Jalan Rusak Warga Larang Kendaraan Berat Lewat Jalan Kampung

 

BOYOLALI—Warga Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, menutup ruas-ruas jalan perkampungan di desa tersebut untuk akses kendaraan berat. Kerusakan infrastruktur di jalan utama membuat pengguna jalan memilih masuk ke jalan perkampungan.
Penutupan jalan dilakukan dengan pemasangan rambu dilarang masuk dan traffic cone di sejumlah gang dan persimpangan di jalan perkampungan. Pemasangan rambu tersebut terpantau di beberapa dukuh di Pandeyan seperti Dukuh Welar dan Dukuh Menjing. Sementara itu, pantauan Koran Solo, Minggu (31/3) jalan utama di Pandeyan yang menghubungkan Desa Pandeyan, Desa Kismoyoso, Desa Giriroto, hingga Kecamatan Nogosari terpantau rusak parah. Jalan yang berlubang dan kontur yang tidak rata membuat para pengendara motor sulit melaju. Mereka bahkan melanggar markah jalan karena memilih ruas yang lebih halus.
Kerusakan terparah terjadi di perbatasan Pandeyan-Kismoyoso. Jalan tersebut berlubang cukup besar hingga memenuhi seluruh badan jalan. Saat hujan turun air berwarna kecoklatan menggenang hingga badan jalan tidak lagi terlihat. Sementara itu berdasarkan pantauan sebagian besar kendaraan yang melewati jalan utama adalah mobil pribadi dan kendaraan berat seperti truk pengangkut pasir dan truk molen.
Kapasitas Jalan
Beberapa sepeda motor yang melintasi jalan utama memilih berbelok melewati perkampungan. Jalan kampung yang rata-rata hanya selebar empat meter dan ditutup di bagian tengah itu masih cukup dilewati kendaraan roda dua. “Sepertinya rambu-rambu itu memang sengaja dipasang agar tidak ada mobil yang lewat sini,” ujar salah satu pengendara sepeda motor, Siti Nuraini.
Sementara itu, Kepala Desa Pandeyan, Sukasno, membenarkan bahwa penutupan jalan kampung dilakukan oleh warganya. “Hal ini terkait dengan kapasitas jalan kampung yang tidak bisa dilalui kendaraan berat,” kata Kades.
Upaya penutupan jalan dilakukan oleh warga untuk menghindari kerusakan jalan di perkampungan. Jika jalan kampung tersebut rusak perbaikan harus disokong dengan anggaran desa. Selain itu, jalan kampung juga menjadi arena anak-anak.
Terkait ruas jalan utama desa yang rusak, Sukasno telah melaporkannya ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali. Dia berharap segera ada tindakan mengingat jalan tersebut bukan menjadi wewenang desa. (Nadia Lutfiana Mawarni)