Biaya Produksi Pertanian Naik Harga Gabah Turun, Petani Mengeluh

KARANGANYAR—Pada saat panen raya, harga gabah di tingkat petani di Kecamatan Tasikmadu dan Kecamatan Jaten merosot. Meski harga turun, para petani tetap menjual gabah, tidak menyimpannya dulu karena untuk modal tanam pada
musim gadu.

Wahyu Prakoso
redaksi@koransolo.co

Ketua Kelompok Tani Makarti yang baru panen padi di Desa Jati, Kecamatan Jaten, Karanganyar, Sukimin, mengatakan, harga gabah kering panen (GKP) saat ini hanya Rp3.900 per kilogram.
“Harga turun sejak Maret lalu, awal bulan Maret harga gabah mencapai Rp4.400 per kilogram hingga Rp4.450 per kilogram, pas panen harganya rendah. Sebagian saya jual dengan harga rendah karena untuk modal tanam lagi,”katanya kepada Koran Solo, Kamis (4/4).
Dia mengatakan untuk lahan seluas 3.000 meter persegi membutuhkan modal Rp4,15 juta. Modal tersebut untuk biaya tenaga penanaman, pupuk, hingga biaya untuk panen. Pada musim penghujan, dia mendapatkan hasil panen sebanyak 1,7 ton. Dia mengatakan, dengan harga gabah yang rendah, dia hanya peroleh keuntungan sedikit. Petani lainnya di Desa Jati, Parno, 69, juga mengatakan harga gabah turun.
“Biasanya hasil panen padi pada musim kemarau lebih baik dari pada musim penghujan, tapi ada tambahan biaya untuk irigasi. Saat ini, untuk mencari tenaga menanam padi juga susah, karena tenaga terbatas sedangkan masa tanam serentak, sehingga biaya untuk menanam padi juga naik,”katanya kepada Koran Solo, Rabu (3/4).
Biaya Naik
Salah satu petani di Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Sugianto, 54, menuturkan hasil panen kali ini baik tetapi harga gabah anjlok. Dia mengatakan, selain menjadi petani, dia juga membeli gabah dari petani lainnya untuk dijual lagi. Kemarin siang, dia membeli Rp3.800 per kilogram.
“Keuntungan petani juga berkurang, karena biaya untuk perontok padi mengalami kenaikan. Harganya naik semula dari Rp800.000 menjadi Rp1 juta per patok. Ongkosnya naik karena permintaan banyak dan kondisi batang padi ambruk juga menjadi pengaruh,” kata dia kepada Koran Solo.
Kepala Balai Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Tasikmadu, Titut Suharsih, saat dimintai konfirmasi mengatakan harga gabah saat ini memang turun Rp3.900 per kilogram. Sedangkan, untuk harga pembelian pemerintah (HPP) Rp4.200 hingga Rp4.300 per kilogram.“Harga jatuh karena cuaca, sering hujan,” katanya kepada Koran Solo saat ditemui di kantornya.
Menurut Titut, apabila petani kesulitan mencari pembeli, dapat menghubungi tim BP3K terdekat untuk dibantu membeli hasil panen dengan harga sesuai HPP.