BPJS Ketenagakerjaan Sasar Pelaku UMKM

SUKOHARJO—BPJS Ketenagakerjaan memperluas kepesertaan program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dengan menyasar para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Sukoharjo.
Baru sekitar 1.000 pelaku UMKM dari jumlah total pelaku UMKM sekitar 19.804 orang yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Program perluasan kepesertaan dilakukan dengan penandatangan kerja sama atau memorandum of understanding (MoU) antara Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surakarta, Yosef Rizal dengan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Sukoharjo, Sutarmo di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GPPPD) Graha Wijaya, Kamis (4/4).
Di Sukoharjo, jumlah pelaku UMKM yang tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan cukup sedikit. Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan meminta agar Pemkab Sukoharjo mengajak para pelaku UMKM ikut program jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Mereka menghadapi risiko kecelakaan kerja saat beraktivitas sehari-hari. Dengan mengikuti program jaminan sosial ketenagakerjaan, warga tak perlu khawatir saat mengalami kecelakaan kerja,” kata Yosef Rizal, saat ditemui wartawan, Kamis.
Yosef berharap kegiatan itu mampu menggugah kesadaran para pelaku UMKM atas perlindungan jaminan sosial. Terlebih, sebagian besar pelaku UMKM bekerja di lapangan setiap hari. Mereka beresiko mengalami kecelakaan kerja yang mengganggu roda bisnis yang dijalankan.
Perlindungan
Kegiatan serupa bakal dilakukan di setiap daerah di wilayah Soloraya guna menambah kepesertaan program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. “Prinsip kami semua tenaga kerja baik formal maupun informal menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Ini sangat penting untuk melindungi mereka jika terjadi resiko kecelakaan kerja. Angsurannya sangat murah yakni Rp9.600 per bulan,” ujar dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Didagkop UKM) Sukoharjo, Sutarmo, menyampaikan jumlah pelaku UMKM termasuk toko kelontong yang tersebar di 12 kecamatan sebanyak 19.804 orang. Toko-toko kelontong itu menjual berbagai produk makanan dan minuman yang diproduksi industri rumah tangga.
Sutarmo bakal menyosialisasikan program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para pelaku UMKM di Kabupaten Jamu. “Kami mendorong agar para pelaku UMKM ikut program jaminan sosial ketenagakerjaan. Kami mendukung program jaminan sosial ketenagakerjaan untuk pekerja informal,” kata dia. (Bony Eko Wicaksono)