Penataan Rawa Jombor Didanai Rp12 M

KLATEN—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng bakal menata kawasan Rawa Jombor di Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, sebagai sumber irigasi pertanian dan destinasi wisata air mulai 2019.

Ponco Suseno
redaksi@koransolo.co

Pemprov Jateng memperkirakan kebutuhan anggaran terkait proyek penataan Rawa Jombor itu senilai Rp12 miliar.
Berdasarkan data yang dihimpun Koran Solo, luas Rawa Jombor Klaten kurang-lebih 180 hektare. Selain sebagai sumber irigasi pertanian, Rawa Jombor juga difungsikan sebagai usaha karamba, lokasi memancing, dan warung apung alias sentra kuliner. Sertifikat lahan Rawa Jombor dipegang Pemprov Jateng. Meski seperti itu, fisik sertifikat masih dipegang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten.
Dalam beberapa waktu terakhir, Pemkab Klaten sudah mengusulkan penataan Rawa Jombor melalui detail engineering design (DED). Melalui DED itu, diketahui Rawa Jombor akan ditata.
Dilengkapi Taman
Nantinya, puluhan warung apung di Rawa Jombor yang sudah berdiri sejak awal 2.000-an itu dipindah di timur Rawa Jombor. Sentra kuliner itu akan dilengkapi taman. Karamba di Rawa Jombor juga akan diatur lebih lanjut. Nantinya, Rawa Jombor difungsikan sebagai sumber irigasi pertanian dan wisata air.
“DED penataan Rawa Jombor sudah disiapkan sejak 2011. Fungsi dari Rawa Jombor ini untuk pengairan dan pertanian. Diharapkan juga menjadi destinasi wisata. Rawa Jombor ini menjadi aset provinsi. Rawa Jombor ini butuh sentuhan pemerintah pusat juga [suntikan dana]. Kami berharap, pada 2020 sudah ada penataan. Kalau tak segera ditata, kami akan gadaikan sertifikat itu untuk mencari investor. Selama ini, kami juga memasang solar cell untuk penerangan,” kata Bupati Klaten, Sri Mulyani, di sela-sela Peringatan Hari Air Dunia XXVII Provinsi Jateng di kompleks Rawa Jombor Klaten, Kamis (4/4).
Pelaksana Harian (PLh) Gubernur Jateng, Sri Puryono, mengaku sudah menerima usulan yang tertuang dalam DED Pemkab Klaten ke Pemprov Jateng. Sesuai rencana dibutuhkan anggaran senilai Rp12 miliar guna menata Rawa Jombor.
“Kami usahakan anggaran itu dapat dimulai di APBD Perubahan 2019 ini. Di sini, kami juga membangun sekolah sungai, agar gerakan menjaga kebersihan dan pelestarian di sungai tetap terjaga,” kata Sri Puryono yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng tersebut.