Kakek-Kakek asal Bulurejo Meninggal di Kedung

WONOGIRI—Petani asal RT 001/RW 007, Dusun Gondang, Desa Bulurejo, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri, Tukino, 79, meninggal dunia tenggelam di kedung Sungai Gondang tak jauh dari rumahnya, Minggu (7/4) siang. Mayatnya baru ditemukan Senin (8/4) pukul 07.15 WIB.
Peristiwa itu menambah daftar panjang kasus penemuan warga meninggal dunia di Kota Sukses ini. Pada sembilan hari terakhir saja tercatat sudah ada tiga orang yang ditemukan meninggal dunia di sawah dan akibat bunuh diri.
Perwira Urusan (Paur) Subag Humas Polres Wonogiri, Aipda Iwan Sumarsono, kepada Koran Solo, Senin, mengatakan Tukino ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia di dasar kedung sungai. Pihak keluarga bersama warga mencari Tukino sejak Minggu pukul 16.00 WIB. Sebelumnya, Tukino menanam tembakau di kebun tak jauh dari rumahnya. Setelah itu dia berpamitan pulang kepada petani lainnya. Namun, hingga sore Tukino tak kunjung sampai rumah. Kemudian pihak keluarga bersama warga mencarinya di tegal tempat Tukino biasa mencari rumput dan sekitar Sungai Gondang di dekat akses antara kebun dan rumah korban. Namun, hingga pukul 24.00 WIB pencarian tak membuahkan hasil.
“Pada pagi harinya, yakni pukul 06.00 WIB, pencarian dilanjutkan. Fokusnya di sungai, terutama di kedung. Warga mencari korban di sungai dan kedung karena curiga Tukino terpeleset ke sungai. Sebab, sungai itu berada di dekat jalan ke tegal. Benar saja, satu jam pencarian warga menemukan tubuh korban sudah dalam kondisi meninggal dunia di perairan,” kata Iwan mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati.
Sebelumnya, dua warga yang ditemukan meninggal dunia yakni, Usman, 72, warga RT 001/RW 002, Payaman, Kelurahan Bulukerto, Kecamatan Bulukerto dan Sadiyo, 60, warga RT 001/RW 005, Jetis, Doho, Girimarto. Usman ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dapur rumah anak angkatnya, 31 Maret. Dia diduga kuat gantung diri. Sementara, Sadiyo ditemukan meninggal dunia di sawahnya diduga karena sakit, 1 April.
Data yang dihimpun Koran Solo dari Bagian Operasi (Bagops) Polres Wonogiri, sebanyak sembilan warga Wonogiri ditemukan meninggal dunia sejak Januari-8 April. Sebelum tiga orang ditemukan meninggal dunia selama sembilan hari terakhir, enam orang lainnya ditemukan dengan kondisi sama pada Januari. Mereka terdiri atas dua orang meninggal akibat bunuh diri dan empat lainnya akibat tersetrum, karena sakit lalu meninggal di sawah, dan tertimpa pohon tumbang saat berkendara.
Kabagops Polres Wonogiri, Kompol Jaka Wibawa, menyoroti fenomena bunuh diri di Kota Sukses yang kebanyakan dilakukan orang lanjut usia (lansia). Menurut dia banyaknya orang bunuh diri perlu segera disikapi seluruh stakeholder untuk mengantisipasinya. Tokoh masyarakat, tokoh agama, warga, dan keluarga harus segera merespons jika ada orang yang sudah menunjukkan gejala, seperti pernah menyampaikan niat, depresi disertai sikap menutup diri, atau lainnya. Perhatian keluarga sangat penting orang tua merasa diabaikan. (Rudi Hartono/JIBI)