KASUS DISELESAIKAN SECARA KEKELUARGAAN Polisi Sragen Tangkap Penipu Berkedok Pendamping PKH

SRAGEN—Nama petugas pendamping program keluarga harapan (PKH) dicatut oleh sejumlah orang untuk menarik pungutan senilai Rp30.000 kepada keluarga penerima manfaat (KPM) PKH dengan alasan pemutihan kepesertaan. Kasus pencatutan itu terbongkar dan berakhir dengan mediasi di Polsek Sragen Kota.
Pencatutan petugas PKH itu disampaikan Kabid Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Sragen, Finuril Hidayati, saat dihubungi Koran Solo, Senin (8/4). Finuril yang juga Ketua Pendamping PKH Dinsos Sragen itu sempat mengeluarkan pengumuman tentang adanya seseorang berinisial R yang mengaku-aku sebagai petugas UPT Dinsos Solo. Dia melanjutkan petugas itu menarik uang Rp30.000 kepada pemegang kartu PKH.
“Atas dasar itu kami dari Dinsos Sragen menyatakan petugas itu palsu. Dinsos tidak memiliki program pemutihan kepersertaan. Pengajuan kepersertaan semua lewat musyawarah desa atau musyawarah kelurahan dan diajukan dengan Surat Bupati ke Kementerian Sosial. Setelah dicek, Dinsos Solo tidak ada UPT juga. Pengumuman itu sudah saya sampaikan ke Kemensos dan pemerintah provinsi. Saya dapat info pelakunya sudah ditangkap di Polsek Sragen Kota,” ujarnya.
Finuril menerima kabar bila jumlah orang yang diduga mencatut petugas Dinsos itu berjumlah sembilan orang. Lebih soal kasus itu, Finuril meminta Koran Solo menanyakannya ke Polsek Kota Sragen. “Saya mendapat informasi bila perkara itu sudah diselesaikan lewat mediasi dan uang yang ditarik dikembalikan,” ujarnya.
Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan, melalui Kapolsek Sragen Kota, Iptu Mashadi, saat dimintai konfirmasi membenarkan adanya dugaan penipuan tersebut. Mashadi mengatakan ada dua orang yang berhasil ditangkap polisi. Polsek memediasi penyelesaian masalah antara dua pelaku itu dengan warga. Dari hasil mediasi, kata dia, warga menghendaki supaya uang dikembalikan dan pelaku tidak diproses hukum.
“Uang yang dipungut pelaku sebanyak Rp345.000 dan sudah dikembalikan kepada warga yang bersangkutan. Pelaku sempat menarik uang kepada empat warga pada Sabtu [6/4] dan satu orang pada Minggu [7/4]. Nah saat aksi Minggu itu ada warga yang menghubungi Polsek dan kemudian menangkap pelaku,” ujarnya.
Dia menjelaskan modusnya pelaku menawarkan selang regulator gas dan juga menawarkan pembuatan PKH. Dia mengatakan pada Sabtu, pelaku berhasil mengumpulkan uang untuk pembuatan PKH senilai Rp220.000 dari empat orang warga dan pada Minggu menerima uang Rp125.000 dari satu orang untuk pembuatan PKH. (Tri Rahayu/JIBI)