SMPN 2 Kare Jadi Sarang Kelelawar

MADIUN—Kondisi sejumlah ruang SMPN 2 Kare, Kabupaten Madiun, mengalami kerusakan. Bahkan, beberapa ruang di sekolah tersebut menjadi sarang kelelawar sehingga membuat ruangan berisik dan bau pesing.
SMPN 2 Kare ini merupakan salah satu sekolah negeri di pinggiran Kabupaten Madiun. Lokasinya berada di Desa Morang, Kecamatan Kare.
Pantauan Madiunpos.com di sekolah tersebut, Rabu (10/4) siang, kondisi bangunan sekolah dilihat dari luar memang tampak kokoh seperti bangunan sekolah pada umumnya. Namun, saat kita masuk dan melihat ruang per ruang sekolah tersebut akan terlihat ada beberapa bagian ruang yang tiangnya keropos dan plafon yang sudah retak serta rusak.
Di bagian depan, papan nama sekolah tersebut juga terlihat sudah rusak. Sebagian keramik yang bertuliskan identitas sekolah terlihat terkelupas.
Di beberapa ruangan seperti di ruang guru, ruang tata usaha, ruang kelas IX A dan IX D, terdengar suara yang cukup berisik dari sekawanan kelelawar di atas plafon. Aroma pesing dan busuk yang berasal dari kotoran kelelawar pun tercium.
Dari empat ruang yang dijadikan sarang kelelawar itu, satu ruang kelas yakni IX D terpaksa ditutup dan sudah tidak digunakan untuk aktivitas belajar mengajar lagi. Selain menjadi sarang kelelawar, ruang itu plafonnya juga rusak.
Kepala SMPN 2 Kare, Minarti, bercerita dia baru setahun menjabat kepala sekolah di SMP negeri tersebut. Saat itu, kondisi gedung memang ada yang rusak baik tiangnya keropos sampai plafonnya retak-retak hingga jebol.
Dia menuturkan jumlah murid SMPN 2 Kare tahun ini ada 250 orang. Ada sembilan kelas yang digunakan untuk aktivitas belajar mengajar, satu jenjang ada tiga kelas.
Minarti menyampaikan salah satu yang mengganggu aktivitas belajar murid yakni suara bising yang ditimbulkan dari kawanan kelelawar yang bersarang di dalam ruangan. Selain itu, kotoran kelelawar juga sangat mengganggu aktivitas belajar.
”Kami setiap Jumat itu ada gerakan bersih-bersih. Itu salah satunya untuk membersihkan kotoran kelelawar,” jelas dia.
Untuk kerusakan di bagian plafon hingga tiang bangunan yang sudah keropos, lanjut dia, pihak sekolah telah mengajukan untuk perbaikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun. Informasi yang didapatnya, perbaikan SMPN 2 Kare masuk anggaran 2020.
”Katanya akan mendapatkan bantuan untuk tahun anggaran 2020. Ini untuk memperbaiki ruang kelas yang rusak,” jelas dia sambil menyebut empat ruang yang perlu segera diperbaiki yakni ruang Kelas IX A, IX D, ruang guru, dan ruang TU.
Selain kerusakan itu, Minarti juga mengajukan untuk pembutan pagar bagian barat sekolah. Ini bertujuan untuk membendung air masuk ke kawasan sekolah, terutama saat hujan deras. Dia menyampaikan saat hujan deras mengguyur biasanya halaman sekolah kebanjiran.
Dia berharap bantuan untuk renovasi gedung SMPN 2 Kare bisa segera terealisasi supaya aktivitas murid juga tidak terganggu dan bisa nyaman. (JIBI/Madiunpos.com/Abdul Jalil)