168 Warga Binaan LP Pakem Tidak Bisa Nyoblos

JOGJA—Sebanyak 168 warga binaan LP Narkotika Kelas IIA, Pakem, Sleman, Jogja, tidak bisa menggunakan hak pilih mereka pada Pemilu nanti. Hal ini karena mereka tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) domisili asal.
Kepala Seksi Pembinaan dan Pendidikan Lapas Narkotika Jogja sekaligus KPPS TPS 502 di Lapas Narkotika Yogyakarta, Supar, mengatakan, di Lapas Narkotika ada 345 total warga binaan. Dari jumlah tersebut, kata dia, 177 warga binaan bisa menggunakan hak pilih mereka karena telah terdaftar di DPT domisili asal.
“Mereka masuk DPTb dan mencoblos berbekal formulir A5 atau pindah memilih/pindah TPS,” kata Supar, di sela-sela sosialisasi dan simulasi pencoblosan dari KPU Sleman, Kamis (11/4).
Sedangkan 168 warga binaan sisanya, kata dia, tidak terdata dalam DPT domisili asal, sehingga tidak bisa dimunculkan A5 untuk pindah memilih.
”Di Lapas Narkotika sini, warga binaan kami tidak ada yang berdomisili dari Pakem, sedangkan warga binaan yang masuk DPTb mendapatkan haknya dengan A5,” ucap dia.
Lebih lanjut, kata dia, pihaknya telah berkoordinasi dengan PPS, PPK dan KPU dengan harapan seluruh warga binaan bisa menggunakan hak pilihnya.
“Bahkan kami juga aktif sosialisasi ke warga binaan agar tidak golput. Namun disisi lain, ada ketentuan yang mengatur hal tersebut,” ujar dia.
Ketua Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Sleman, Indah Sri Wulandari, yang hadir pada kesempatan tersebut, membenarkan ada warga binaan Lapas Narkotika Yogya yang tidak bisa menggunakan hak pilih pada Pemilu nanti.
”Warga binaan yang berasal dari luar Sleman dan ingin pindah memilih, memang harus membawa A5. Sedangkan untuk mendapatkan A5 harus masuk DPT, beberapa warga binaan yang belum masuk daftar DPT di daerah asal, tidak bisa kami layani A5. Sehingga tidak bisa menggunakan hak pilihnya,” jelas dia
Ia juga mengatakan tidak ada perbedaan hak antara warga binaan dengan masyarakat umum.
”Semua warga binaan punya hak untuk menggunakan hak pilihnya, semua yang berhak memilih kami berikan sesuai ketentuan,” tutup dia. (JIBI/Harian Jogja/Yogi Anugrah)