Menkopolhukam Jamin Pemilu Aman

JAKARTA—Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menjamin persiapan pengamanan pemilihan umum.

redaksi@koransolo.co

Karena itu tidak perlu ada peningkatan status keamanan di Indonesia.
”Tidak usah [ada peningkatan status]. Pengamanannya sudah aman, dalam artian sudah maksimal aparat keamanan, baik polisi, TNI maupun aparat-aparat yang lain,” kata Wiranto seusai mengikuti Rapat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Setelah Bencana Palu di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Kamis (11/4).
Koordinasi aparat pengamanan dari Polri dan TNI telah dioptimalkan untuk menjaga kondisi seluruh daerah di Tanah Air tetap kondusif hingga masa perolehan suara disahkan oleh KPU RI.
Wiranto juga mengimbau kepada seluruh peserta pemilu legislatif dan pilpres, pendukung, dan masyarakat untuk ikut menjaga keamanan.
Dia juga meminta seluruh tim sukses dan pendukung masing-masing paslon untuk menghormati masa tenang, dengan tidak berkampanye dan menaati peraturan dan undang-undang yang berlaku.
Masa kampanye Pemilu 2019 berakhir pada Sabtu (13/4) dengan tidak boleh ada alat peraga kampanye dan iklan kampanye muncul di ruang publik.
Sementara Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Tengah (Jateng) menyebut ada enam daerah yang memiliki tingkat kerawanan politik paling tinggi di Jateng pada masa Pemilu 2019. Keenam daerah itu, yakni Soloraya, Banyumas, Temanggung, Pekalongan, Pati, dan Kota Semarang.
“Solo itu yang paling rawan. Solo itu sumbu pendeknya Jateng. Gampang terpicu, banyak kasus yang bermula dari Solo,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Politik Dalam Negeri Badan Kesbangpol Jateng, Ibnu Kuncoro, kepada wartawan seusai menghadiri acara diskusi bertajuk Pemilu Damai Menjaga Demokrasi di Kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Kota Semarang, Kamis (11/4).
Ibnu menyebut data daerah dengan tingkat kerawanan itu diperoleh Badan Kesbangpol Jateng melalui berbagai pengamatan dan juga hasil pertemuan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkominda) Jateng.
“Dari hasil pertemuan itu, akhirnya dipetakan mana yang paling rawan politik. Seperti contoh ada kejadian di sekitar Soloraya, langsung kami konsultasikan dan bagaimana cara menjaga supaya Jateng tetap kondusif,” papar Ibnu.
Sementara itu, Anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto, berharap kondisi Jateng yang saat ini masih terbilang kondusif bisa terus dipertahankan hingga menjelang maupun sesudah pencoblosan pada 17 April.
“Proses akhirnya nanti 17 April. Kalau kita bisa melewati tanpa ada perpecahan, Insyallah kita akan tetap kuat dan menjadi bangsa yang maju. Nilai demokrasi kita akan naik dan lebih baik,” ujar politikus Partai Gerindra itu.
Yudi juga mengimbau kepada panitia penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu, untuk mengawal proses demokrasi dengan bijaksana dan menjaga netralitas. Terlebih lagi saat ini partisipasi masyarakat sangat tinggi terhadap pesta demokrasi di Tanah Air.
“Buktinya partisipasi rakyat tinggi itu adalah dengan munculnya banyak sekali kelompok sukarelawan. Mereka bahkan rela pergi kampanye tanpa mendapat imbalan. Ini membuktikan kesadaran politik mereka tinggi. Mari kita imbangi kesadaran rakyat dengan kebijakan yang menyejukkan sehingga pemilu jadi damai,” beber Yudi, (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S./Antara)