PELEMPAR BUS EKA DITANGKAP Pelaku Mengaku Dendam dengan Bus Suroboyonan

MOH. KHODIQ DUHRI

SRAGEN—Teka teki penyebab terjadinya kecelakaan yang melibatkan Bus Eka dengan tiga unit sepeda motor di Jl. Ring Road Utara Sragen yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia pada Rabu (10/4) malam akhirnya terkuak.
Jajaran Polres Sragen akhirnya menangkap dua pelaku pelempar batu ke arah kaca depan bus patas jurusan Surabaya-Magelang yang memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas tersebut. Dua pelaku berhasil diringkus anggota Polres Sragen pada Kamis (11/4) sekitar pukul 05.00 WIB.

Mereka adalah Yeri Gunawan alias Kemprud, 20, warga Dusun Bunder, Desa Kedungwaduk, Karangmalang, Sragen, dan tetangganya, Purnomo Budiarto alias Uklik, 25, yang ternyata tercatat sebagai residivis kasus pencurian di wilayah Gemolong.
Penangkapan terhadap keduanya merupakan hasil pengembangan dari kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Bus Eka dengan tiga unit sepeda motor. Salah satu korban kecelakaan ternyata teman dari pelaku pelemparan batu.
“Rekan dari pelaku ada yang terjatuh. Lalu dari hasil olah TKP [tempat kejadian perkara] ternyata kami temukan kejanggalan. Kami lalu panggil Satreskrim untuk identifikasi. Jadi, olah TKP gabungan antara Satlantas dan Satreskrim. Di situ kami temukan alat bukti yang mengarah pada pidana umum. Hasil analisis lapangan itu bukan kecelakaan lalu lintas biasa, tetapi ada kesengajaan dari kelompok pelaku yang berusaha melempar batu dan mengenai kaca bus. Lemparan batu itu juga mengenai mulut pengemudi hingga bus oleng dan menabrak masyarakat yang lewat, termasuk salah satu korban yang juga rekan pelaku,” jelas Wakapolres Sragen, Kompol Saprodin, dalam jumpa pers di Mapolres Sragen, Jumat (12/4).
Dalam kasus ini, Yeri merupakan pelaku pelemparan batu, sementara Purnomo yang memboncengkan Yeri. Pelemparan batu ke arah bus itu sudah dipersiapkan keduanya dengan matang. Saat bus mulai terlihat dari kejauhan, Yeri turun dari sepeda motor. Dia langsung mengambil batu sebesar kepalan tangan dengan diameter sekitar 10 cm. Saat Bus Eka berpelat nomor S 7539 US yang dikemudikan Eko P. tiba di lokasi, tepatnya di Dusun Tlobongan, Sidoharjo, Sragen, Yeri lantas melempar batu itu ke arah kaca depan. Selain membuat kaca pecah, lembaran batu itu mengenai bagian mulut sopir bus hingga membuat empat giginya tanggal. Hal itu membuat sopir tak bisa mengendalikan bus hingga oleng dan menabrak tiga sepeda motor di depannya.
Kepada polisi, Yeri mengaku sudah empat kali melempar batu ke arah kaca depan bus suroboyonan. Aksi itu didasari dendam Yeri kepada bus suroboyonan yang terkenal ugal-ugalan di jalanan. Yeri sendiri mengaku nyaris menjadi korban kecelakaan oleh bus suroboyonan itu saat melintasi kawasan Masaran. “Saat itu saya hampir saja tertabrak. Sejak saat itu saya selalu ingin membalas ketika bertemu di jalan,” ucap Yeri pada kesempatan itu.
Kini Yeri dan Purnomo harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Keduanya dijerat dengan Pasal 170 KUHP Subsider Pasal 406 KUHP Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara. Polisi juga menahan barang bukti berupa batu dan sepeda motor Honda Supra AD 3951 AKE yang menjadi sarana pelaku melancarkan aksi. (JIBI)