Jambret Lintas Kabupaten Diamuk Warga

SRAGEN—Penjambret lintas kecamatan dan kabupaten asal Kedungharjo, Mantingan, Ngawi, Jawa Timur, Sadam Alwalid, 20, menjadi bulan-bulanan warga. Ia tertangkap basah saat beraksi di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, tepatnya di Jalan Sragen-Ngawi km 15, Banaran, Sambungmacan, Sragen, Jumat (12/4) pukul 20.15 WIB.
Pemuda itu ditangkap warga saat berusaha merebut tas milik seorang perempuan asal Karangpelem, Kedawung, Sragen, Winata Kupa, 32. Setelah babak belur dihajar massa, pelaku digelandang warga ke Mapolsek Sambungmacan yang jaraknya kurang dari 100 meter dari lokasi kejadian, tepatnya di sebelah barat minimarket Indomaret Banaran, Sambungmacan.
Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan, melalui Kapolsek Sambungmacan, AKP Joko Widodo, saat dihubungi Espos, Sabtu (13/4), membenarkan kejadian itu. Joko menjelaskan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) tersebut terungkap saat Winata yang seorang karyawan swasta itu pulang dari tempat kerjanya di depan minimarket Alfamart Banaran. Wanita itu pulang mengendarai motor dan merasa ada yang mengikuti dari belakang.
“Ternyata benar, sesampainya di barat Indomaret Banaran, seorang pemuda mengendarai motor Yamaha Vixion warna putih berpelat nomor AE 3858 LH tiba-tiba berusaha mendahului Winata seraya menarik tas Winata dari arah kiri. Selempang tas warna hitam itu putus. Winata berusaha mempertahankan tas miliknya. Sempat terjadi tarik-menarik tas antara Winata dan pelaku, akhirnya pelaku berhasil merebut tas itu,” ujar Kapolsek.
Begitu tasnya lepas, Winata langsung berteriak jambret-jambret. Teriakan itu didengarkan warga sekitar. Warga berusaha memburu dan akhirnya berhasil menangkap pelaku. Sadam sempat dihajar warga secara beramai-ramai hingga babak belur. Kemudian pelaku diserahkan ke Mapolsek Sambungmacan bersama motornya.
“Dari hasil pemeriksaan pelaku, ternyata pelaku ini sudah menjambret 18 kali. Aksinya dilakukan di wilayah Palur, Kabupaten Karanganyar, serta di lima kecamatan wilayah Sragen, yakni Masaran, Karangmalang, Sragen Kota, Ngrampal, dan Sambungmacan. Kami menjerat pelaku dengan Pasal 365 KUHP,” ujarnya.
Joko sempat meminta keterangan beberapa saksi warga, salah satunya Ketua RT 041, Dukuh Kedungbanteng, Desa Banaran, Sambungmacan, Sragen, Sutarno, 40. Dia mengatakan kerugian korban akibat peristiwa itu berupa tas warna hitam yang berisi ponsel merek Asus Zenfone, uang tunai Rp20.000. Total kerugian sekitar Rp1,5 juta.(Tri Rahayu/JIBI)