KECELAKAAN DI KLATEN LP Sragen Tidak Akan Intervensi Hukum

SRAGEN—Kepala Lembaga Permasyarakat (LP) Kelas IIA Sragen, Yosep B. Yambise, menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sopir LP, ER, 27, kepada Polres Klaten. ER ditetapkan sebagai tersangka setelah menabrak pengendara motor hingga tewas di jalan Solo-Jogja di Delanggu, Klaten, Jumat (12/4).
Yosep menegaskan tidak akan mengintervensi proses hukum yang tengah berlangsung, meski ER merupakan bagian dari keluarga besar LP Sragen. “Yang jelas kami selalu kooperatif. Sopir kami sudah ditahan di Polres Klaten untuk memudahkan pemeriksaan. Kami ambil hikmah dari semua ini. Tidak ada unsur kesengajaan di sana. Perkara ada unsur kelalaian atau tidak itu kewenangan polisi untuk menentukan,” ujar Yosep kepada Koran Solo, Senin (15/4).
Yosep menjelaskan setelah musibah kecelakaan itu, pihak LP Sragen bersama pengelola LP dan rumah tahanan (rutan) di Soloraya ikut mengantar jenazah korban untuk dimakamkan. Menurutnya, pihak keluarga sudah menerima kematian korban, meski begitu proses hukum tetap dilanjutkan oleh Polres Klaten. Ia mengakui belum ada pendampingan hukum kepada sopir ER.
“Mungkin nanti. Sementara belum ada [pendampingan] karena sekarang prosesnya masih ditangani pihak kepolisian. Statusnya bagaimana di LP Sragen, nanti tergantung proses hukumnya bagaimana. Kami akan ikuti prosedur yang berlaku,” ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, ER, warga Desa Tangkil, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, dinilai lalai mengemudikan bus dan menabrak pengendara sepeda motor hingga meninggal dunia. Kanitlaka Satlantas Polres Klaten, Ipda Panut Haryono, mewakili Kapolres AKBP Aries Andhi mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah polisi memiliki cukup bukti dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa para saksi termasuk warga di sekitar lokasi saat kecelakaan terjadi.
“Tersangka masih diperiksa di Unit Laka. Yang bersangkutan mengajukan surat permohonan penangguhan penahanan karena itu memang menjadi hak bagi yang ditetapkan tersangka. Kami masih menunggu apakah surat permohonan penangguhan penahanan tersebut disetujui pimpinan atau tidak,” kata dia. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI)