LIGA CHAMPIONS Camp Nou Selalu Angker bagi Tim Tamu

HANIFAH KUSUMASTUTI

BARCELONA—Camp Nou ibarat neraka bagi para tamu. Tak ada satu pun tim yang mampu pulang dengan membawa kemenangan dalam pertandingan Liga Champions dari markas Barcelona tersebut sejak 2013 silam.
Kali terakhir Blaugrana, julukan Barca, menangisi kekalahan mereka di Camp Nou dalam pertandingan terelite di Eropa yakni ketika takluk 0-3 dari Bayern Munich pada leg kedua semifinal Liga Champions 2013. Sejak itu, Barca sangat superior dengan mencetak rekor unbeaten pada pertandingan Liga Champions di stadion berkapasitas hampir 100.000 penonton tersebut. Dalam periode hampir enam tahun tersebut, Barca total meladeni 30 tamu dari berbagai negara di Eropa.
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 1
Hasilnya, Lionel Messi dkk. mencatat 27 kemenangan dan tiga kali imbang, plus menggila dengan 93 gol alias menggenggam rasio 3,1 gol per laga!
Barca pun akan berusaha menjaga keangkuhan Camp Nou ketika meladeni Manchester United pada leg kedua perempat final Liga Champions, Rabu (17/4) pukul 02.00 WIB (disiarkan langsung RCTI). Pada leg pertama lalu, Blaugrana menang tipis 1-0 di markas United, Old Trafford. Dari hasil leg pertama itu, Blaugrana hanya membutuhkan hasil imbang di Camp Nou untuk lolos ke semifinal turnamen terelite di Eropa ini.
Camp Nou sendiri sebenarnya bukan lokasi yang asing bagi Manajer United, Ole Gunnar Solskjaer. Juru taktik asal Norwegia tersebut menyimpan memori manis di Camp Nou saat masih menjadi pemain Setan Merah, julukan United. Solskjaer menjadi pencetak gol penentu kemenangan United saat menundukkan Bayern Munich 2-1 pada final Liga Champions yang digelar di Camp Nou, 26 Mei 1999. Namun, Solskjaer sadar United tidak cukup hanya mengandalkan kenangan manis 1999 itu untuk menundukkan Barca di Camp Nou malam ini.
”Tidak, saya tidak ingin karena itu melawan Bayern Munich [bukan Barcelona], itu laga final, jadi ini akan berbeda,” jelas Solskjaer, seperti dilansir dailymail.co.uk, Senin (15/4).
Solskjaer justru akan menggugah spirit Marcus Rashford dkk. di Camp Nou dengan comeback luar biasa yang mereka torehkan ketika menyingkirkan Paris Saint Germain (PSG) pada babak 16 besar lalu. Pada babak 16 besar tersebut, United juga menelan kekalahan pada leg pertama di Old Trafford, yakni dengan skor 0-2. Namun, Paul Pogba cs. mampu membalikkan keadaan dengan menang 3-1 di markas PSG, Parc des Princes. United akhirnya lolos dengan agregat 3-3 karena unggul produktivitas gol tandang.
”Kami akan pakai laga melawan Paris Saint Germain dan laga tandang melawan Juventus [United menang 2-1 di kandang Juventus pada fase grup]. Kami mengalahkan beberapa tim bagus pada laga tandang tahun ini dan bermain melawan pemain-pemain hebat,” lanjut Solskjaer.
Untuk membalikkan keadaan di Camp Nou, United tidak boleh hanya sekadar bermain bertahan. Mereka harus mencetak gol. Masalahnya, barisan serang Setan Merah kurang garang dalam dua laga terakhir. Setelah nirgol pada leg pertama kontra Barca, United membutuhkan dua gol penalti Paul Pogba saat menundukkan West Ham United 2-1 pada Liga Premier, akhir pekan lalu.”Kami tidak boleh membuat kesalahan, namun juga harus bermain bagus karena Barcelona hanya akan meninggalkan sedikit ruang,” jelas bomber utama United, Romelu Lukaku, dilansir uefa.com.
Manajer Barca, Ernesto Valverde, seperti dikutip foxsports.com, berniat menurunkan Ousmane Dembele untuk melengkapi trisula Barca bersama Messi dan Suarez sejak menit awal. Dia akan menggantikan posisi Philippe Coutinho di sayap kiri Barca untuk mendobrak pertahanan Setan Merah. Trisula Messi-Suarez-Dembele membuktikan ketajaman ketika mereka bermain bersama. Di antaranya ketika melumat PSV Eindhoven 4-0 pada fase grup lalu. (JIBI)