Aksi Tunggal Jalan Salib

TAUFIQ SIDIK PRAKOSO

KLATEN—Cara lain dilakukan Iwan Purwoko, 43, untuk merayakan Jumat Agung memperingati Wafat Isa Almasih. Pria warga Desa Nglinggi, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten itu melakukan aksi tunggal memvisualisasikan jalan salib, Jumat (19/4).
Dia berjalan kaki di sepanjang jalan raya antara perbatasan Klaten-DI Yogyakarta, Kecamatan Prambanan hingga perbatasan Klaten dengan Sukoharjo dan Boyolali di Desa Tegalgondo, Kecamatan Wonosari.
Total jarak yang ditempuh Iwan sepanjang 33 km melintasi jalan raya Jogja-Solo, Jl. Pemuda, serta Jl. Veteran Klaten. Ia berjalan seorang diri sembari memanggul salib yang dibuat dari batang pohon waru.
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 1
Total berat salib yang ditempeli tulisan NKRI tersebut sekitar 5 kg. Ditemui Koran Solo, Iwan mengatakan berjalan sejak pukul 05.00 WIB. Sepanjang perjalanan, ia didampingi perwakilan dari sejumlah komunitas. Ada 14 pemberhentian dalam aksi jalan salib pribadi tersebut. Jumlah pemberhentian untuk memvisualisasikan tahap-tahap peristiwa yang dialami Yesus dari mulai dijatuhi hukuman mati hingga dimakamkan.
Iwan mengatakan aksi dilakukan sebagai bentuk visualisasi ajakan menjaga kedamaian seluruh warga Indonesia selain untuk renungan Jumat Agung. Hal itu ia lakukan menanggapi pelaksanaan Pemilu 2019 lalu. “Disadari atau tidak selama pelaksanaan Pemilu 2019, energi bangsa relatif terbelah karena perbedaan pilihan,” ungkapnya.
Dari perbedaan pilihan tersebut, sebagian pendukung menggunakan berbagai cara termasuk saling merendahkan hingga menyebar kebencian. Iwan berharap rasa persaingan lantaran perbedaan pilihan tersebut bisa disudahi pasca pemungutan suara Rabu (17/4). (JIBI)