LIGA PREMIER Misi Revans The Citizens

HANIFAH KUSUMASTUTI

MANCHESTER—Pelatih Manchester City, Josep ”Pep” Guardiola, hanya bisa menundukkan kepalanya dan kedua lututnya bersimpuh di tanah ketika gol pemainnya, Raheem Sterling, ke gawang Tottenham Hotspur dianulir wasit. Gol Sterling di Etihad Stadium pada menit ke-93 lebih 20 detik itu sebenarnya bisa membawa kesebelasan Guardiola menembus semifinal Liga Champions. Tapi, gol itu dianulir karena offside setelah wasit mengamatinya dengan video assistant referee (VAR).
City menuntaskan pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions itu dengan kemenangan 4-3. Pada leg pertama, tim asal Manchester takluk 0-1 di markas Spurs.
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 4
Guardiola pun harus menerima kenyataan pahit timnya tersingkir dengan agregat 4-4 karena kalah produktivitas gol tandang dari Spurs pada Liga Champions.
Mustahil dirinya mendeklarasikan timnya lolos jika kenyataan di papan skor tidak demikian. Sebagai pelatih berjiwa sportif, Guardiola yang masih dalam suasana hati terpukul, bersedia menyalami dan membisikkan kata-kata ke telinga pelatih lawan, Mauricio Pochettino, seusai pertandingan.
”Dia memberiku ucapan selamat dan menjabat tangan sambil berkata sampai jumpa lagi Sabtu [19/4] ini,” ungkap Pochettino, seperti dilansir manchestereveningnews.co.uk, Jumat (19/4).
Guardiola akan memenuhi janjinya berjumpa lagi dengan Pochettino ketika City kembali menjamu Spurs di Etihad Stadium, Manchester, Sabtu pukul 18.30 WIB. Ini adalah pertemuan kali ketiga dalam rentang waktu sekitar satu setengah pekan terakhir bagi kedua tim.
Mimpi The Citizens, julukan City, untuk meraih quadruple (empat gelar sekaligus) di musim ini memang sudah pupus setelah disingkirkan Spurs dari Liga Champions. City tentu tak mau mimpi mereka menuntaskan musim ini dengan gelar Liga Premier ikut dirusak oleh tim asal London Utara tersebut.
Duel di Etihad Stadium malam nanti memang sangat krusial bagi City jika mereka ingin mempertahankan titel di kasta sepak bola tertinggi Inggris. Saat ini, The Citizens tertinggal dua poin dari Liverpool yang memimpin perlombaan memperebutkan gelar juara Liga Premier 2018/2019. Dengan catatan, City menyisakan satu laga lebih banyak ketimbang rival mereka asal Merseyside itu.
Guardiola sadar bekas luka tersingkir dari Liga Champions tidak bisa begitu saja hilang dari perasaan Raheem Sterling cs. Tapi bagaimana pun juga, timnya harus bangkit dan kembali menjamu Spurs dengan kepala tegak di Etihad.
”Jika Anda yakin itu tidak sakit, atau Anda bisa melupakannya, saya bilang tidak. Saya ingin lihat para pemainku menyadari apa yang terjadi Rabu [saat resmi tersingkir dari Liga Champions] lalu. Itu butuh waktu, kami harus bertahan dengan perasaan [terluka] itu,” jelas Guardiola.
Pertahanan City kesulitan menghentikan pergerakan dan kecepatan penyerang Spurs, Son Heung-min. Pemain asal Korea Selatan ini tiga kali membobol gawang City dalam dua laga terakhir. Ia menjadi peredam keresahan Pochettino yang ditinggalkan bomber utamanya, Harry Kane, karena cedera hingga akhir musim.
Pochettino berharap gol Son ke gawang City kembali mengalir malam nanti. Spurs tak hanya membutuhkan kemenangan demi menghentikan rentetan rekor selalu kalah dalam tiga laga melawan City di Liga Premier. Hasil di Etihad sangat krusial untuk Spurs mempertahankan posisi tima di zona big four. (JIBI)