PDIP Kuasai 80% DPRD Boyolali, 60% DPRD Solo

KURNIAWAN

SOLO—PDIP di Soloraya kian menguasai kursi DPRD. Bahkan PDIP Boyolali meraup 80% kursi, sedangkan PDIP Solo menguasai 60% kursi.
Di Solo, PDIP sebagai penguasa DPRD diprediksi menambah jumlah kursi. Sekretaris DPC PDIP Solo, Teguh Prakosa, mengatakan pada Pemilu 2014, legislator asal partai berlambang banteng moncong putih itu sebanyak 24 orang.
Pada Pemilu 2019 ini, kata dia, jumlah kursi yang akan didapat PDIP mencapai 29 dari 45 kursi. Penyebabnya, perolehan suara di setiap daerah pemilihan (dapil) naik signifikan. “Saya sudah menelepon semua caleg [calon anggota legislatif]. Dapil V [Jebres] berhasil menambah 10.000-an suara dari periode sebelumya. Jumlah itu bisa menambah dua sampai tiga kursi. Data lengkap belum bisa kami rilis karena masih proses rekapitulasi,” kata dia kepada wartawan di Kantor DPC PDIP Solo, Kamis (18/4).
Pada Pemilu 2014, PDIP menempatkan enam wakil masing-masing di Dapil V (Jebres) dan Dapil I (Pasar Kliwon-Serengan). Selain itu, empat wakil masing-masing di Dapil III (Banjarsari A), Dapil IV (Banjarsari B), dan Dapil II (Laweyan).
Ketua DPC PDIP Solo F.X. Hadi Rudyatmo memiliki penghitungan serupa. Rudy, sapaan akrabnya, memperkirakan PDIP menguasai 60% kursi DPRD. Dengan begitu, Wali Kota Solo itu yakin pembangunan yang dilakukan Pemkot dapat berjalan lancar tanpa konflik dengan legislatif.
Tiga parpol yaitu Partai Demokrat, Partai Hanura, dan PPP diprediksi kehilangan kursi di DPRD Solo. Prediksi itu mendasarkan penghitungan real count Pemilu 2019 oleh DPD PKS Solo. Penghitungan PKS dilakukan merujuk data dari 1.640 tempat pemungutan suara (TPS) atau 94,63 persen dari total suara yang masuk, Jumat.
PDIP memborong 30 kursi atau sekitar 66,6% kursi DPRD Solo. Posisi kedua dan ketiga diduduki PKS dan Partai Gerindra berturut-turut dengan lima dan tiga kursi DPRD. Perolehan kursi dua partai itu tidak berubah bila dibandingkan Pemilu Legislatif 2014.
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 4
Sedangkan Partai Golkar dan PAN masing-masing berkurang satu kursi. Keduanya diperkirakan meraup tiga kursi.
Sementara partai baru Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membuat kejutan dengan mengamankan satu kursi DPRD. Dengan komposisi seperti itu, hanya PDIP dan PKS yang bisa membentuk fraksi mandiri. Sedangkan empat parpol lain harus bergabung membentuk fraksi atau bergabung dengan PDIP atau PKS. “PKS mendapat 35.218 suara,” ujar Ketua DPD PKS Solo Abdul Ghofar, Jumat (19/4).
Bila dipersentase, perolehan suara PKS sebesar 11,12 persen dari total suara masuk.
Ketua DPC Partai Demokrat Solo, Supriyanto, mengakui partainya gagal meraih kursi. “Iya betul, kami tidak dapat [kursi],” ujar dia kepada Koran Solo.
Menurut dia, penyebabnya pemilu digelar serentak. “Kemungkinan besar hal ini terjadi karena dampak barengnya Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019. Apalagi di sini [Solo] adalah basis dari 01 [Jokowi-Ma’ruf Amin], sehingga menguatkan posisi dari partai-partai tertentu,” imbuh Supriyanto.
Ketua DPC Partai Hanura Solo, Abdullah AA, saat dihubungi Koran Solo melalui ponsel membantah data perolehan suara yang disajikan DPC PKS Solo. Menurut dia, data itu tidak valid.
“Saya minta tolong agar data dari PKS diperbaiki. Data PKS yang disajikan tidak valid,” tutur dia.
Abdullah mengaku mengumpulkan data penghitungan suara di Dapil I Solo meliputi Kecamatan Pasar Kliwon dan Serengan.
Menurut Abdullah, suara caleg Partai Hanura masih kejar-kejaran dengan caleg PDIP untuk kursi ke-11 atau kursi terakhir di Dapil I Solo. “Dalam menyajikan data jangan sampai merugikan parpol lain,” kata dia.
Prestasi terbaik diraih PDIP Boyolali. Tak tanggung-tanggung, berdasarkan hitung cepat internal, PDIP kemungkinan besar menambah 11 kursi DPRD kabupaten. Pada Pemilu 2014, PDIP meraih 25 kursi, kini naik menjadi 36 kursi atau 80% dari 45 kursi DPRD.
Dengan penghitungan sistem Sainte Lague, PDIP di dapil I diperkirakan memperoleh sembilan kursi (bertambah dua kursi), dapil II diperkirakan memperoleh lima kursi (bertambah dua kursi), di dapil III enam kursi (bertambah satu kursi), di dapil IV meraih tujuh kursi (bertambah dua kursi), dan di dapil V memperoleh delapan kursi (bertambah dua kursi). PDIP diperkirakan memperoleh 35 kursi wakil rakyat secara keseluruhan. Namun di dapil II yang menyediakan jatah enam kursi, PDIP berpotensi memborong semuanya jika tidak ada partai lain yang memperoleh suara lebih besar dari hasil pembagian ke-6 ganjil dalam Sainte Lague (dibagi angka 11). PDIP kemungkinan memperoleh total 36 kursi.
“Sementara kami perkirakan 36. Tetapi bisa saja lebih karena penghitungan masih terus berlangsung,” ujar Ketua DPC PDIP Boyolali S. Paryanto di Gedung Panti Marhaen, Jumat (19/4).
Dengan bertambahnya kursi PDIP, sisa sembilan kursi akan diperebutkan partai lain. Parpol yang kemungkinan bisa mempertahankan kursinya adalah PKS dengan jumlah empat seperti yang dimilikinya saat ini.
Sedangkan parpol yang kursinya berkurang, berdasarkan penghitungan PDIP, adalah Golkar yang berkurang tiga kursi dari Pemilu 2014 sebanyak enam kursi, Gerindra berkurang tiga kursi dari empat yang ada sekarang, dan PKB berkurang satu kursi dari dua yang dikuasainya sekarang. Sedangkan tiga kursi PAN dan satu kursi Demokrat diperkirakan akan habis. (Akhmad Ludiyanto/Nadia Lutfiana Mawarni/Mariyana Ricky P.D.)