Sudahi Klaim, Tunggu KPU

Antara/M. Risyal Hidayat
TUNGGU KPU: Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Erick Tohir (ketiga kanan depan), didampingi Wakil Ketua TKN Moeldoko (kedua kiri), Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto (kedua kanan), Sekretaris Jenderal PKB Hanif Dhakiri (kanan), Sekretaris Jenderal partai Golkar Letjen (Purn) Lodewijk Freidrich (kiri) beserta perwakilan pendukung saling berjabat tangan ketika memberi keterangan pers di Rumah Cemara 19, Jakarta, Jumat (19/4). TKN menghargai proses penghitungan suara yang akan dilakukan KPU meskipun Jokowi-Ma’ruf Amin unggul secara hitung cepat (quick count).

 

Liputan6.com
SYUKURAN KEMENANGAN: Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, berpidato saat acara syukuran kemenangan Indonesia di Kediamannya, Jl. Kertanegara, Jakarta, Jumat (19/4). Acara dengan tema Gema Nifsu Syakban yang sekaligus ucapan syukur kemenangan Prabowo-Sandiaga Uno itu dihadiri ribuan pendukung.

 

JAKARTA—Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta klaim kemenangan dari kontestan Pilpres 2019 disudahi.

redaksi@koransolo.co

Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi, klaim kemenangan sebenarnya wajar dilakukan. Namun masing-masing kubu diminta menghentikan klaim tersebut dan lebih baik menunggu hasil hitung secara resmi yang dikeluarkan oleh KPU.
”Karena itu KPU menyediakan publikasi mengenai hasil penghitungan suara, agar klaim-klaim dari masing-masing pihak itu disudahi, silakan menunggu proses penghitungan yang dilakukan oleh KPU. Dan itu yang nanti akan kita kerjakan bersama-sama dengan semua partai politik dan semua tim pasangan calon presiden wakil presiden. Kita kawal bersama-sama proses penghitungan itu,” ujar Pramono di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (19/4).
Dia berharap agar penghitungan surat suara Pilpres 2019 yang sudah dicoblos oleh para pemilih bisa dijaga dengan baik hingga dilakukan rekapitulasi sampai tingkat nasional.
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 1
”Mudah-mudahan itu bisa menjadi mekanisme di mana kemurnian tiap suara yang diberikan oleh pemilih kita di TPS itu bisa kita jaga sampai di rekapitulasi tingkat nasional,” harapnya.
Calon presiden (capres) petahana Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kemenangannya seusai hasil quick count atau hitung cepat hampir mencapai 100 persen. Selain itu, Jokowi menyatakan hasil quick count 12 lembaga survei memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin dengan angka 54,05 persen dan Prabowo-Sandi 45,05 persen. ”Tapi kita tetap menunggu penghitungan resmi dari KPU. Kita harapkan bisa secepatnya selesai,” ujarnya, di Resto Plataran Menteng, Jakarta, Kamis (18/4).
Sementara capres 02, Prabowo Subianto, kembali mendeklarasikan kemenangannya pada Kamis. Prabowo menyatakan keyakinannya menang sebagai presiden berdasarkan penghitungan internal pihaknya yang menyebut mendapatkan suara lebih dari 62 persen. ”Kemenangan ini kami deklarasikan secara lebih cepat karena kami punya bukti telah terjadi usaha dengan beragam kecurangan yang terjadi di berbagai kelurahan, kecamatan, kota, seluruh Indonesia,” kata Prabowo di Jl. Kertanegara, Jakarta.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, meminta masyarakat menunggu hasil resmi dari KPU perihal siapa yang memenangi Pilpres 2019. Haedar percaya seluruh masyarakat bisa menciptakan suasana damai dan mengawal proses penghitungan pemilu. ”Kami berharap klaim politik tidak menyebar dan menjadi pikiran di masyarakat,” ujarnya dalam konferensi di Kantor PP Muhammadiyah Jogja, Kamis.
Ia juga tidak ingin klaim membuat situasi kehidupan usai pemilihan tidak kondusif. Haedar yakin kedua kubu memiliki tanggung jawab tinggi dan kenegaraan, sehingga mereka bisa sabar menunggu dan tidak menyebarkan pernyataan spekulatif. Haedar mengungkapkan semua pihak harus menghormati pilihan rakyat dan kerja penyelenggara pemilu. ”Kita punya perangkat perundang-undangan dan mekanisme pemilu yang sudah menjadi koridor bersama dalam kontestasi,” kata Haedar.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan sejumlah ormas Islam juga meminta masyarakat bersabar menanti pemenang Pilpres 2019. Mereka mengimbau semua pihak menahan diri dan menanti penghitungan resmi KPU.
Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj, mengimbau masyarakat Indonesia, utamanya warga NU, tidak melakukan gerakan bertentangan dengan konstitusi dalam menyikapi hasil Pemilu 2019. Menurutnya, proses demokrasi di Indonesia juga turut mendapat pantauan dari dunia internasional. Dia meminta semua pihak menjaga nama baik bangsa Indonesia, yang dikenal bermartabat dan berakhlakul karimah.
”Saudara-saudara sebangsa, setanah air, wabil khusus warga Nahdatul Ulama tidak boleh melakukan gerakan-gerakan yang inkonstitusional, menggangu stabilitas keamanan, dan ketenangan. Apalagi kita sebagai bangsa yang bermartabat, berbudaya, bangsa berakhlakul karimah,” tutur Said Aqil di Surabaya, Jumat.
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meminta lembaga penyiaran mulai mengawal proses penghitungan suara real count yang dilakukan KPU. Terkait dengan hal itu, lembaga penyiaran diminta memberikan edukasi kepada masyarakat atas transisi penghitungan suara antara hitung cepat (quick count) dan real count, agar tidak terjadi kesalahan persepsi yang berpotensi menimbulkan konflik.
Demikian disampaikan Ketua KPI Pusat Yuliandre Darwis seusai berdialog dengan jajaran pimpinan redaksi dari lembaga penyiaran di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (18/4). Pada kesempatan itu, Yuliandre mengingatkan tentang pentingnya kapabilitas newsroom dalam mengelola pemberitaan di lembaga penyiaran.
”Di antaranya dengan memilih nara sumber yang tepat dan tidak melakukan provokasi pada publik, serta menentukan pembawa acara yang dapat mengarahkan pembicaraan menjadi menyejukkan,” ujar Yuliandre.
Syukuran
Capres Prabowo disambut meriah pendukungnya yang menunggu di depan kediamannya di Jl. Kertanegara. Mereka menggelar syukuran sebagai penanda klaim kemenangan dalam Pilpres 2019. Prabowo yang mengenakan baju cokelat, kacamata, dan peci hitam disambut pendukungnya, Jumat. Cawapres Sandiaga Uno tak hadir karena masih sakit.
Di panggung syukuran ada Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Ketum PA 212 Slamet Maarif, Ketum FPI Sobri Lubis, Idrus Sambo, Waketum Gerindra Fadli Zon, dan Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik. Prabowo meminta para pendukung mengutamakan perdamaian.
”Saya minta pendukung Prabowo-Sandi yang cinta Tanah Air, cinta UUD, dan warga negara yang utamakan perdamaian kedamaian. Jangan kita terprovokasi, mereka ingin menggambarkan mereka yang aneh-aneh. Kita tidak ada niat aneh, kita ingin tegakkan keadilan dan kebenaran kita ingin kejujuran,” kata Prabowo dalam pidatonya.
Prabowo meminta para pendukung menjaga C1 plano yang ada di kotak suara yang disimpan di kecamatan. Dia menyebut ada upaya menghilangkan kotak suara. Prabowo menyatakan akan melayangkan protes terhadap penyimpangan. Dia menjamin tetap sesuai dengan konstitusi.
Pada kesempatan itu dia mengkritik lembaga survei. Prabowo menyebut lembaga survei sudah mengeluarkan informasi bohong. ”Percaya nggak lembaga survei abal-abal? Hai tukang bohong, tukang bohong, rakyat tidak percaya sama kalian. Mungkin kalian harus pindah ke negara lain. Mungkin kau bisa pindah ke Antartika, kalian tukang bohong, kau bisa bohongi penguin di Antartika,” kata Prabowo.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menyampaikan partainya secara transparan memperlihatkan hasil quick count Pileg 2019 dan Pilpres 2019 untuk menghindari kebingungan pada masyarakat. Hal ini disampaikan lantaran Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah melakukan klaim kemenangan.
”Ini bagian dari transparansi ke publik, terlalu berbahaya untuk urusan yang strategis kalau isinya main klaim. Tiga kali yang diumumkan Prabowo itu datanya berbeda-beda, padahal semua katanya sudah fix,” ujar Hasto di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Jumat.
”Kami siap diaudit, kami siap dicek dokumen-dokuken C1-nya dan semuanya berbasis kepada data, kepada sistem yang akuntabilitasnya bisa dicek kebenarannya,” lanjut dia.
Hasto menegaskan saat ini tugas dari PDIP dan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, termasuk para partai koalisi, adalah mengawal suara. Sehingga, tidak ada pihak yang bisa main klaim terhadap hasil perolehan suara.
Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Moeldoko, berterima kasih kepada para pendukung yang sudah menggunakan hak suara sehingga memenangkan Jokowi-Amin di quick count sementara. Meski demikian, TKN masih menunggu hasil final dari KPU. (JIBI/Detik/Liputan6.com)