Petugas KPPS di Baturetno Meninggal Dunia

WONOGIRI—Diduga kelelahan, anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di Desa Baturetno, Kecamatan Baturetno, meninggal dunia, Sabtu (20/4).
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Baturetno, Suyatno, mengatakan anggota KPPS yang meninggal itu bernama Aris Didik Mulyanto, 50, warga Dusun Patuk Kidul, Desa Baturetno. Ia merupakan anggota KPPS di TPS 4 Desa Baturetno.
Suyatno menceritakan pada saat pencoblosan, Rabu (17/4), Aris bertugas sesuai prosedur. Aris juga ikut terlibat dalam penghitungan suara yang selesai pada Kamis (18/4) pukul 2.00 WIB dini hari. Kemudian, pada Jumat malam, Aris sempat pergi ke angkringan untuk makan malan sendirian lalu pulang dan tidur. “Tapi keesokan harinya [Sabtu], istrinya berusaha membangunkan almarhum sekitar pukul 04.00 WIB. Namun, almarhum tak merespons dan ternyata sudah meninggal dunia,” kata Suyatno yang juga Sekretaris Kecamatan Baturetno, saat dihubungi Koran Solo, Senin (22/4).
Suyat­no belum bisa me­mastikan apakah Suyatno meninggal dunia akibat kelelahan menjadi anggota KPPS atau ada faktor lain. Informasi yang dihimpunnya, Aris tidak memiliki riwayat penyakit termasuk jantung dan riwayat opname lainnya. “Saya juga belum menerima informasi apakah almarhum pernah sambat kecapaian selama jadi anggota KPPS. Saya belum bisa meyimpulkan [penyebab kematian karena kelelahan],” terang dia.
Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri, Toto Sih Setyo Adi, mengatakan KPU saat ini sedang menginventarisasi siapa saja petugas KPPS yang sakit, meninggal, kecelakaan, dan lainnya selama bertugas. KPU juga sedang berkoordinasi dengan RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso untuk memantau kesehatan petugas. “Kalau KPU kawal suara rakyat, RSUD kawal kesehatan petugas. Mungkin bisa dengan membuka stan atau ada ambulans keliling. Saat ini masih direbuk bersama RSUD,” kata dia, Senin (22/4).
Toto mengaku sudah menerima kabar soal meninggalnya petugas KPPS di Baturetno. Ia masih menghimpun data detail kejadian itu. Ia menduga petugas itu meninggal karena kelelahan. “Teman-teman di sini yang input Situng [Sistem Informasi Penghitungan Suara] juga butuh treatment khusus. Mungkin soal asupan makanan, cara mandi seusai lembur, manajemen istirahat, dan lainnya,” ujar dia. (Cahyadi Kurniawan/JIBI)