MU Ganjalan Terakhir City Pertahankan Trofi

HANIFAH KUSUMASTUTI

MANCHESTER—Derby Manchester kembali menjadi laga krusial bagi Manchester City untuk mempertahankan trofi Liga Premier.
Sekitar 12 bulan lalu, City mendapat peluang emas mengunci gelar Liga Premier pada Derby Manchester di Etihad Stadium.
City digadang-gadang memastikan gelar Liga Premier 2017/2018 jika bisa menaklukkan rival sekota sekaligus pesaing langsung mereka di tangga juara, Manchester United, pada matchweek ke-32.
Namun, skenario City ternyata tak berjalan mulus. Sempat tertinggal 0-2, United mampu membalikkan kedudukan menjadi 3-2 lewat dua gol Paul Pogba dan sebiji gol Chris Smalling pada babak kedua.
Kesempatan City untuk mengunci gelar dengan cara bergengsi pada Derby Manchester pun lepas. Tapi Sergio Aguero dkk. masih bisa menuntaskan musim dengan mengangkat mahkota.
Derby Manchester menjadi pertaruhan City dalam pacuan sengit dengan Liverpool ke tangga juara ini. United bisa dikatakan sebagai ganjalan ”terakhir” City untuk mempertahankan gelar. Karena tiga laga selanjutnya terbilang enteng, yakni melawan Burnley (tandang), Leicester City (kandang), dan Brighton & Holve Albion (tandang). Apabila menang di Derby Manchester, Manchester Biru berbalik memimpin perebutan Liga Premier dengan keunggulan satu poin atas Liverpool, di mana kedua tim akan sama-sama menyisakan tiga laga.
”Satu inci saja [salah langkah], maka semuanya berakhir dan kami keluar [dari pertarungan gelar],” ujar pelatih City, Josep “Pep” Guardiola, mewanti-wanti anak buahnya, seperti dilansir telegraph.co.uk, Selasa (23/4).
Derby Manchester tak kalah krusial bagi Manchester Merah. United bersaing sengit dengan Spurs, Chelsea, dan Arsenal dalam perebutan dua garis terakhir zona empat besar Liga Premier. Setelah kekalahan telak 0-4 dari Everton, Paul Pogba dkk. perlu memenangi duel melawan tetangga mereka jika tidak mau terpental dari pacuan perebutan zona big four.
Namun, terselip dilema pada perasaan para pemain United dalam misi memburu poin penuh pada Derby Manchester ini. Sebab, jika misi itu terwujud, Setan Merah otomatis membantu rival bebuyutan mereka, Liverpool, mendekati ke tangga juara Liga Premier untuk kali pertama sejak 1989/1990. Rekor United sebagai pengoleksi gelar terbanyak di sepak bola tertinggi Inggris pun bakal ditempel Liverpool. Sejauh ini United masih memimpin dengan memegang 20 gelar, sedangkan Liverpool 18 trofi. (JIBI)