Eks Sekretaris Disdik Klaten Ditahan

KLATEN–Mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, Sudirno, dikabarkan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penahanan itu dilakukan sekitar tiga pekan terakhir.
KPK menahan Sudirno sebelum pemungutan suara pemilihan umum 2019. Sudirno ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK sejak 2017 lalu. Penetapan status tersangka itu berdasar hasil pengembangan kasus jual beli jabatan yang menjerat mantan Bupati Klaten, Sri Hartini, pada akhir 2016.
Sudirno diduga bersama Sri Hartini (saat menjabat Bupati Klaten) menerima hadiah atau janji terkait proyek buku dan rehabilitasi fisik di Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten pada 2016. Dari hasil pengembangan kasus itu pula KPK menetapkan mantan Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, Bambang Teguh Setya, sebagai tersangka.
Bambang lebih dulu ditahan KPK pada Desember 2018 lalu. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, Sri Nugroho, mengatakan belum mendapatkan informasi resmi dari KPK. Ia mengakui memang beredar kabar ihwal penahanan Sudirno oleh KPK. Nugroho menjelaskan sudah meminta penjelasan kepadea keluarga Sudirno soal kebenaran kabar tersebut. Permintaan penjelasan itu sekitar tiga pekan lalu.
“Terus terang soal beliau [Sudirno] kami baru dapat informasi dari keluarga sebagai dasar tindak lanjut [dilaporkan] ke BKPPD [Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Klaten]. Sampai sekarang perkembangannya seperti apa kami tidak tahu karena belum ada tembusan dari KPK. Kami berusaha memastikan informasi,” kata Nugroho saat berbincang dengan Koran Solo, Senin (29/4).
Sudirno yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Pendidikan kini menjabat pengawas sekolah menengah pertama setelah pergesaran jabatan pada April 2018 lalu. Bambang juga digeser menjadi pengawas sekolah menengap pertama.
Bupati Klaten, Sri Mulyani, mendengar kabar Sudirno ditahan KPK dari informasi yang beredar di grup Whatsapp. Ia berharap Sudirno mengikuti proses hukum sesuai ranah KPK. Warga negara yang baik harus taat proses hukum.
”Ini menjadi pembelajaran semua agar lebih berhati-hati. Harapan saya, setelah ini di Klaten tidak ada tersangka [kasus korupsi] lagi,” kata Sri Mulyani
Saat Koran Solo mendatangi di rumah Sudirno di Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, keluarga Sudirno enggan memberikan keterangan soal kabar tersebut. “Saya tidak mengomentari saja,” kata salah seorang anggota keluarga. (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI)