9 Terduga Teroris Ditangkap di Jateng & Jatim

IMAM YUDA SAPUTRA

SEMARANG—Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap delapan terduga teroris di beberapa daerah di Jawa Tengah (Jateng), Selasa (14/5). Densus juga menangkap seorang terduga teroris di Madiun, Jawa Timur (Jatim).
Dari delapan terduga teroris yang ditangkap di Jateng, tiga di antaranya ditangkap di Soloraya yaitu dua orang di Gemolong, Sragen, dan satu orang di Kartasura, Sukoharjo. Sisanya ditangkap di Magelang, Grobogan, hingga Kudus.
Kapolda Jateng, Irjen Pol. Rycko A. Dahniel, mengatakan terduga teroris paling banyak ditangkap di Magelang. ”Tapi, ini masih terus dikembangkan. Bisa jadi jumlahnya nanti bertambah,” ujar Rycko saat dijumpai wartawan di Mapolda Jateng di Semarang.
Rycko menyebut penangkapan itu merupakan hasil koordinasi Densus 88 dengan Polda Jateng selama dua hari terakhir.
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 4
”Kedelapan terduga teroris ini saat ini masih menjalani pemeriksaan. Mereka akan menjalani pemeriksaan selama tujuh hari di wilayah hukum Jateng untuk mengetahui apakah terbukti bersalah atau tidak,” imbuh mantan Gubernur Akademi Kepolisian itu.
Dia mengatakan penangkapan terduga teroris itu sepenuhnya ditangani Densus 88 Antiteror Polri. Polda Jateng bertugas membantu proses pengamanan kasus tersebut. Di Sragen, dua terduga teroris ditangkap di Gemolong, Sragen, pada Subuh. Informasi yang dihimpun Koran Solo, terduga teroris pertama berinisial AMF alias F, 27, warga Cikadu RT 007/RW 002, Cilangkap, Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat. AMF memiliki istri N yang tinggal di Lojirejo RT 001/RW 003, Kelurahan/Kecamatan Gemolong, Sragen. Mereka mengontrak rumah di Ngroto RT 001, Peleman, Gemolong, Sragen.
”F ini ditangkap sekitar pukul 04.15 WB di Jl. Raya Sragen-Gemo­long km 3, Desa Peleman, Gemolong, tepatnya di depan Masjd Al Muttaqin,” ujar Agus, seorang warga setempat, saat dhubungi Koran Solo.
Terduga teroris lainnya yang ditangkap adalah IHM, 28, warga Trowangsan RT 001/RW 014, Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar. IHM memlik istri HAF, 25, warga Gemolong RT 005/RW 002, Gemolong, Sragen. ”IHM ini ditangkap di dekat Edupark Gemolong sekitar pukul 05.00 WIB. Yang menangkap menggunakan pakaian preman. Mereka terus dibawa ke markas Densus,” ujar Agus.
Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan, melalui Kapolsek Gemolong, AKP I Ketut Putra, saat dihubungi memberikan konfirmasi mengenai penangkapan dua orang itu. ”Untuk selanjutnya silakan hubungan langsung dengan Densus 88,” kata dia.
Di Kartasura, Densus 88 menangkap Agung, warga Perumahan Graha Tiara 2, Desa Gumpang, Kartasura, sekitar pukul 05.00 WIB. Polisi menyita lima buah telepon seluler (ponsel), buku, dan tiga kuitansi saat menggeledah rumah Agung. Agung ditangkap seusai Salat Subuh di sekitar Musala Al-Arof. Musala itu tepat di belakang rumah Agung. Kala itu, beberapa anggota polisi ikut menunaikan salat dan sisanya berjaga di luar musala.
”Saat ditangkap, istri dan anaknya masih tidur di rumah. Mereka tak tahu Agung ditangkap polisi. Tetangga rumah akhirnya membangunkan istrinya dan memberi tahu Agung ditangkap polisi,” kata Ketua RT 007/RW 001, Desa Gumpang, Nuralim.
Polisi langsung membawa Agung masuk ke mobil. Saat itu, sejumlah warga keluar rumah karena kaget dengan penangkapan itu. Anggota Densus 88 kembali mendatangi rumah Agung sekitar pukul 14.00 WIB. Sekitar satu jam, polisi menggeledah rumah itu.
”Proses penggeledahan disaksikan Kepala Desa Gumpang, ketua rukun tetangga/rukun warga. Ada lebih dari lima ponsel, buku dan tiga kuitansi yang disita polisi. Hanya itu, tidak ada bendera atau simbol-simbol lainnya yang ikut disita,” ujar dia.
Sehari-hari, Agung bekerja sebagai penjual gorengan dan es dawet di Gumpang. Dia membantu mertuanya yang berjualan es dawet. Agung baru enam bulan tinggal di perumahan bersama istri dan anaknya yang berumur satu tahun.
Kasatreskrim Polres Sukoharjo, AKP Gede Yoga Sanjaya, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, mengatakan aparat Polres hanya bertugas mengamankan proses penggeledahan rumah Agung.
Agung diketahui warga asal Bogem, Bayat, Klaten. Kepala Desa Bogem, Tri Raharja, mengatakan tiga anggota Densus 88 didampingi anggota TNI mendatangi Pemerintah Desa Bogem pada Selasa sekitar pukul 10.30 WIB. Kedatangan Tim Densus 88 untuk menanyakan domisili Agung. “Kemudian sampai di rumah, saya dihubungi dari polsek menanyakan tentang Agung. Kemudian saya print out surat kepindahannya dan KK keluarganya,” kata Tri Raharja.
Tri mengatakan Agus berasal dari Dukuh Mutihan, Desa Bogem. Namun, selama setahun terakhir, ia tak lagi tinggal di desa setempat karena sudah pindah ke Sukoharjo. Sebelum pindah ke Sukoharjo, Agung jarang berada di rumahnya. Aktivitasnya lebih banyak di luar desa lantaran berada di pondok pesantren.
Di Madiun, Jatim, pria berinsial JS, 47, warga Mejayan, Madiun, ditangkap Densus 88 di Pasar Sayur Caruban, Selasa pagi. Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono mengatakan pria tersebut menjalani pemeriksaan di Mako Brimob Polda Jatim.
Polisi kemudian menggeledah rumah JS di RT 008/RW 003, Desa Mejayan, Kecamatan Mejayan. Istri JS, Nur Fitrianingsih, mengatakan barang-barang yang dibawa polisi yaitu seperti laptop, HP, dan catatan-catatan milik suaminya.
Sebelumnya, polisi menangkap sejumlah terduga teroris kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung yang diduga akan beraksi saat pengumuman rekapitulasi Pemilu 2019 pada 22 Mei. (Tri Rahayu/Bony Eko Wicaksono/Abdul Jalil/JIBI)