Antusias Lagi Mudik Naik Bus

SOLO—Antusiasme warga untuk mudik menggunakan bus umum diperkirakan naik seiring dengan berfungsinya jalan tol Trans-Jawa untuk masa angkutan Lebaran tahun ini.

FARIDA TRISNANINGTYAS
redaksi@koransolo.co

Mahalnya harga tiket pesawat terbang juga membuat lebih banyak orang kembali menggunakan bus. Pemilik agen tiket bus Jawa Baru Overland, Tri Suhendri, mengatakan sudah banyak warga yang memesan tiket bus untuk mudik Lebaran.
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 1
“Kami memperkirakan ada peningkatan jumlah penumpang daripada tahun lalu. Apalagi armada kami masuk tol sehingga perjalanan lebih cepat. Selain itu, tiket pesawat juga masih mahal, maka kemungkinan masyarakat memilih armada yang lebih murah untuk pulang kampung,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (14/5).
Tri menambahkan ia menjadi agen untuk perusahan otobus (PO) Safari Dharma Raya. Pada masa angkutan Lebaran ini, rute yang laris manis adalah tujuan ke Bali dan Lombok. Menurutnya, pada 28-29 Mei paling banyak diminati untuk mudik Lebaran tujuan kedua pulau tersebut. Bahkan, dua tanggal tersebut baik untuk rute ke Bali atau pun Lombok, penuh.
Sedangkan untuk tujuan DKI Jakarta paling ramai setelah Lebaran atau arus balik mulai 8 Juni. Sejak Mei ini jadwal keberangkatan ke Lombok ditambah menjadi tiga kali sepekan, yakni Selasa, Kamis, dan Minggu setiap pukul 16.00 WIB. Sedangkan rute ke Bali dilayani setiap hari berangkat pukul 17.00 WIB dan 18.00 WIB.
Sementara untuk armada, pihaknya menyediakan tiga bus. Jumlah ini lebih banyak daripada tahun lalu yang hanya menyiapkan dua bus saat Lebaran. Meski begitu, ada pengecualian jika ada rombongan yang berniat menggunakan satu bus untuk mudik bisa ada penambahan. Bus ke Lombok berkapasitas 32 tempat duduk.
Harga tiket bus ke Lombok normalnya Rp460.000. Harga ini naik untuk keberangkatan 29-31 Mei, yakni Rp510.000. Sedangkan untuk periode 1-4 Juni menjadi Rp560.000, untuk 5-7 Juni harga kembali normal Rp460.000. Sementara 8-12 Juni harganya Rp560.000 dan 13-16 Juni senilai Rp510.000. Harga tiket ini mencakup dua kali makan dan satu kali kudapan.
Di samping itu, untuk rute ke Bali menggunakan bus kapasitas 28 tempat duduk. Terkait harga tiketnya bervariasi menyesuaikan tanggal keberangkatan. Pada 24-28 Mei harga masih normal Rp260.000. Tarifnya mulai naik pada periode 29 Mei-4 Juni, yakni Rp335.000. Sedangkan untuk 5-7 Juni sebesar Rp260.000, untuk 8-12 Juni Rp385.000, 13-16 Juni Rp335.000, dan 17 Juni hingga setelahnya Rp285.000.
“Kami pasang Rp260.000 sebagai promo karena sepi akibat tiket pesawat yang sempat murah. Akan tetapi, kami patok harga normal seiring dengan permintaan tiket bus meningkat dan tiket pesawat mahal,” imbuhnya.
Pemilik agen tiket bus jurusan Sumatra, Parni, juga membenarkan adanya peningkatan jumlah penumpang untuk mudik Lebaran kali ini. Meskipun belum bisa dihitung detail, ini terlihat dari antusiasme masyarakat yang memesan tiket mudik dengan PO Putra Remaja tersebut.
“Pelanggan banyak memesan untuk keberangkatan mulai 26 Mei. Kalau pekan-pekan ini yang memesan banyak mahasiswa yang mau mudik. Kemungkinan setelah ini karyawan atau rombongan lain karena tahun ini durasi libur Lebarannya berbeda dari tahun lalu,” katanya.
Dalam hal ini agennya melayani rute tujuan Pulau Sumatra, yakni ke Lampung, Palembang, dan Jambi. Pada masa angkutan Lebaran ini rute Lampung dilayani lima armada. Sementara untuk hari biasa ada dua hingga tiga armada. Armada ini bisa ditambah sesuai dengan kebutuhan berdasarkan banyaknya jumlah penumpang, yakni setiap rute bisa sampai delapan armada.
Parni menambahkan harga tiket juga bervariasi tergantung tanggal keberangkatan. Misalnya untuk tujuan Lampung pada periode 26 Mei–4 Juni Rp440.000, 7–8 Juni Rp500.000, 8-16 Juni Rp600.000, dan 17–23 Juni Rp550.000. Rute ini harga normalnya Rp390.000. Sedangkan Solo–Palembang 26 Mei–4 Juni Rp500.000, 7–8 Juni Rp550.000, 8-16 Juni Rp650.000, dan 17–23 Juni Rp650.000. Sementara Solo–Jambi untuk 26 Mei–4 Juni Rp550.000, 7–8 Juni Rp600.000, 8-16 Juni Rp700.000, dan 17–23 Juni Rp650.000.
“Adanya tol tentu perjalanan lebih cepat. Misalnya Solo–Lampung biasanya 24 jam, jika lewat tol pasti lebih cepat dari ini. Akan tetapi, biasanya antre saat penyeberangan di pelabuhan Merak–Bakauheni,” paparnya.
Salah satu calon penumpang, Alifah, mengaku memilih mudik ke Palembang dengan bus lantaran mahalnya tiket pesawat terbang. Ia berencana pulang akhir Mei berbarengan dengan usainya masa perkuliahan. (JIBI)