Petaka Palang Pintu Terbuka

TERTABRAK KA: Petugas PT KAI bersama tim SAR dan warga mengevakuasi mobil Toyota Yarris berpelat nomor B 1992 EKZ yang terlibat kecelakaan dengan KA Jayakarta jurusan Surabaya-Pasar Senen di perlintasan KA Purwosari, Solo, Senin (20/5) malam. Kecelakaan tersebut juga melibatkan empat sepeda motor. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

KOTA SOLO–Satu mobil dan tiga sepeda motor ringsek setelah tertabrak Kereta Api (KA) Jayakarta di pintu perlintasan KA Purwosari, Solo, Senin (20/5) malam.

TAUFIQ SIDIK PRAKOSO
redaksi@koransolo.co
Dalam kecelakaan tersebut, enam orang di dalam mobil serta empat pengendara motor selamat. Mereka mengalami luka-luka bahkan tidak ada yang terluka sedikit pun meski kendaraan mengalami ringsek.
Berdasarkan pantauan Koran Solo, kondisi mobil Toyota Yarris berpelat nomor B 1992 EKZ ringsek pada sisi kanan setelah terseret KA. Peristiwa itu membuat warga berdatangan. Petugas berulang kali memperingatkan warga menyingkir dari rel lantaran ada KA yang melintas dari kedua jalur.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.26 WIB. Saat itu, palang pintu perlintasan KA tertutup ketika ada lokomotif melaju dari arah barat. Seusai melintas, palang pintu perlintasan kembali dibuka. Ternyata ada KA yang melaju dari arah timur.
Salah satu warga, Sutarman, 53, menuturkan sopir dan penumpang mobil berhasil keluar meski kondisi mobil ringsek. ”Tidak ada lecet apa pun. Saya tadi melihat ada cewek dan cowok yang langsung keluar dari mobil,” jelas dia saat ditemui di lokasi kejadian.
Soal kondisi pengendara motor, Sutarman tak mengetahui. Hingga pukul 21.00 WIB, proses evakuasi masih berlangsung. Polisi, petugas PT KAI, dan sukarelawan mendorong mobil di antara dua rel KA di sepanjang perlintasan hingga ke pintu perlintasan KA Purwosari.
Salah satu pengendara sepeda motor yang menjadi korban dalam kejadian itu, Mareta, 20, menuturkan saat kejadian palang pintu tertutup ketika lokomotif melaju dari arah barat. Saat palang pintu terbuka, ia lantas melaju bersama kendaraan lainnya.
Namun, saat kendaraan bermotor mulai melaju, satu KA melaju dari arah timur. Kendaraan yang sudah telanjur berada di perlintasan KA tertabrak.
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 4
”Saya kurang tahu kejadiannya seperti apa karena saat peristiwa terjadi saya langsung tidak sadar. Saya tahu-tahu tersadar dan bangun sudah di pinggir jalan,” tutur warga Jebres, Solo, tersebut saat ditemui di RS Panti Waluyo.
Seusai kejadian, ia lantas dibawa warga ke RS Panti Waluyo. Mareta tak mengalami luka berarti dari kejadian tersebut. Ia mengalami memar pada bagian pinggang.
Mareta menuturkan saat itu ia bersama temannya dalam perjalanan pulang seusai berbuka puasa bersama. ”Sebenarnya saya dari Best Western mau perjalanan pulang,” katanya.
Saat kecelakaan terjadi, ia berkendara sepeda motor bersama temannya bernama Vero, 20, warga Tipes, Serengan yang juga mengendari sepeda motor. Vero mengalami luka pada bagian mulut dan sejumlah lecet pada tangan dan jari kaki. Hingga pukul 21.45, Vero masih menjalani perawatan di RS. Panti Waluyo. Sementara, Mareta diperbolehkan pulang.
Kecelakaan tersebut melibatkan KA Jayakarta jurusan Surabaya–Pasar Senen Jakarta. Penyebab kecelakaan masih diselidiki, termasuk kemungkinan akibat kelalaian petugas jaga pintu perlintasan.
Pelaksana Humas Manajer PT KAI Daerah Operasi (Daops) VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, mengatakan KA Jayakarta sedianya berangkat dari Stasiun Solo Balapan pukul 19.22 WIB.
“Kami sangat menyesalkan atas kejadian ini. Dalam hal ini istilah kami KA ditemper atau ditabrak mobil hingga terseret adalah KA Jayakarta dari Solo Balapan. Alhamdulillah, korban selamat. Namun demikian, kami berungkali mengingatkan di wilayah ini [Daops] VI yang paling rawan adalah perlintasan sebidang, makanya kami berharap masyarakat untuk berhati-hati,” ujarnya kepada Koran Solo, Senin malam.
Menurutnya, kondisi perlintasan sebidang cukup padat jelang Lebaran seperti saat ini. Akibatnya, terkadang petugas pos penjaga kebingungan untuk menutup palang pintu. Menurutnya, sekali waktu palang pintu naik turun karena terhalang mobil atau kendaraan yang melaju. Akan tetapi, jika palang pintu langsung diturunkan berisiko mengenai kepala orang atau kendaraan yang melintas.
Eko menyebut di wilayah Daops VI ada sebanyak 414 perlintasan sebidang, perinciannya sebanyak 236 perlintasan tidak dijaga dan 58 perlintasan tidak resmi. Dengan demikian, sebanyak 178 perlintasan yang dijaga resmi.
“Soal palang pintu, andai belum menutup, ada beberapa hal yang menjadi hambatan. Apakah petugasnya lalai atau mungkin kesulitan menutup karena hilir mudiknya kendaraan di jalan raya, ini masih kami selidiki. Andai nanti petugas yang salah, ini salah terhadap kereta api bukan pada pengguna jalan raya,” imbuhnya.
Menurutnya, akibat kecelakaan ini keberangkatan KA Jayakarta tertunda sekitar 34 menit. Dalam kejadian seperti ini, KA mesti berhenti dan dilakukan sejumlah prosedur. Antara lain, memastikan rangkaian KA tersebut layak jalan, bagaimana penerangannya, lampu-lampunya, hingga pengecekan kondisinya seperti apa. (Farida Trisnaningtyas/JIBI)