Tokoh Bangsa Serukan Hentikan Kekerasan

JAKARTA—Tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen masyarakat menyerukan kepada semua pihak untuk menghentikan kekerasan demi Indonesia. Semua elemen bangsa prihatin atas kericuhan yang terjadi di beberapa lokasi di Jakarta, Selasa-Rabu (21-22/5).
Dai kondang Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) menyerukan semua pihak menghentikan segala bentuk tindakan kekerasan yang bisa memecah belah persatuan bangsa. ”Sungguh memilukan telah terjadi kerusuhan di antara kita, di negeri yang kita cintai, di bulan suci. Saudara-saudaraku sebangsa dan se-Tanah Air, kita adalah bersaudara. Aparat, rakyat, para tokoh adalah sama saudara anak bangsa Indonesia. Mohon hentikan segala kekerasan dari pihak mana pun,” kata Aa Gym.
Menurut dia, kekerasan hanya akan menghancurkan keutuhan bangsa. Ia meminta semua pihak bisa menahan diri untuk tidak saling menyakiti. Jangan sampai warga mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang menginginkan Indonesia tercerai-berai.
Aa Gym berpesan kepada para tokoh dan pejabat negara segera turun tangan meredakan situasi.
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 4
Dia berharapan persoalan ini bisa diselesaikan dengan koridor hukum yang berlaku.
”Saya mohon para tokoh, para pejabat segera berembuk untuk meredakan ketegangan ini. Kita ajak semua pihak dan masyarakat untuk menempuh jalan yang konstitusional. Jangan sampai bertambah rakyat dan aparat yang menjadi korban,” ujar Aa Gym.
Pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, K.H. Sholahuddin Wahid atau Gus Sholah, mengatakan para tokoh agama, kiai, dan masyarakat santri punya peran penting untuk mengatasi suhu sosial-politik yang memanas. Mereka memiliki otoritas keagamaan dan legitimasi moral untuk meredam gejolak sosial-politik.
Komisi Fatwa Majels Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan semua pihak untuk menahan diri serta waspada dari ulah provokator yang memicu tindak kekerasan dan perilaku anarkistis serta mencederai kesucian Ramadan.
Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh mengimbau masyarakat terus menjaga kondusivitas dan kedamaian. Dalam menyampaikan aspirasinya, harus dilakukan dengan santun serta dalam koridor hukum. ”Perlu langkah preventif agar kekerasan tidak meluas eskalasinya. Aparat dan umat Islam perlu mencegah potensi kekerasan sekecil apa pun untuk menjamin kemaslahatan bangsa,” ujar Niam.
Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Gomar Gultom, mengatakan keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia di tengah masyarakat harus dijaga meski telah terjadi demonstrasi dan aksi anarkistis.
”Menjadi kewajiban bapak berdua [dua capres Jokowi dan Prabowo] untuk merajut kembali keutuhan bangsa di tengah ancaman perpecahan yang sempat mengemuka pada masa-masa menjelang dan selama masa kampanye dan pemilu,” tutur dia.
Dia menuturkan jalur hukum adalah pilihan yang harus diambil jika ingin memastikan kecurigaan terhadap hasil Pemilu 2019.
Ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan perbedaan pandangan seusai pesta demokrasi harus diselesaikan secara damai. ”Konstitusi sudah memberi jalan, kita boleh sepakat untuk tidak sepakat, demokrasi membuka ruang itu, sepakat untuk tidak sepakat. Konstitusi juga memberikan ruang ada perbedaan,” kata Zulkifli.
Dia mengatakan di Mahkamah Konstitusi (MK) setiap pihak bisa menjelaskan persoalan yang dihadapi terkait pemilu. Wakil Presiden, Jusuf Kalla, mengupayakan dialog dengan sejumlah tokoh untuk menenangkan ketegangan aksi 22 Mei. JK mengatakan siap untuk membuka dialog dengan para elite politik yang terlibat dalam Pilpres 2019.
Wapres menyayangkan unjuk rasa yang awalnya berlangsung damai menjadi rusuh hingga terdapat korban meninggal pada Selasa malam hingga Rabu dini hari. Berdasarkan data sementara ada enam orang yang meninggal.
Dia juga meminta Prabowo-Sandi ikut berperan dalam menenangkan massa yang mengikuti aksi 22 Mei. ”Semua pemimpin bangsa ini termasuk Prabowo, Sandiaga, untuk ikut serta menenangkan masyarakat itu,” kata dia.
JK juga meminta supaya aksi massa tidak merusak fasilitas-fasilitas fisik karena akan menimbulkan kerugian bagi masyarakat. (Detik/Antara/Liputan6.com/JIBI)