Pemilik Investasi Ternak Rangrang Mantan Sekdes

MOH. KHODIQ DUHRI

SRAGEN—Pemilik CV Mitra Sukses Bersama (MSB) yang bergerak di bidang investasi ternak rangrang adalah mantan pegawai negeri sipil (PNS), Sugiyono, 44.
Sugiyono mengundurkan diri sebagai PNS pada Januari 2019. Sebelumnya, ia menjadi Sekdes Taraman, Kecamatan Sidoharjo. Terakhir, dia ditugaskan di Kantor Kecamatan Sidoharjo.
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 4
“Yang bersangkutan sudah berhenti sebagai PNS atas permintaan sendiri. Itu tidak masuk kategori pensiun dini karena masa kerjanya belum memenuhi syarat. Masa kerjanya baru 12 tahun karena baru diangkat sebagai PNS pada 2007. SK [surat keputusan] dari Bupati terkait pemberhentian dia sebagai PNS juga sudah turun per Januari 2019 lalu,” jelas Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP)Sragen, Sarwaka, kepada Koran Solo, Kamis (13/6).
Karena tidak lagi menjabat sebagai PNS, ujar Sarwaka, yang dilakukan Sugiyono tidak bisa disangkutpautkan dengan Pemkab Sragen.
Kepala Desa (Kades) Jambanan, Sugino Welly, mengatakan sekitar 15 warganya ikut berinvestasi ternak semut di bawah naungan CV MSB. Mereka menanamkan modal mulai Rp50 juta hingga Rp250 juta. Dia memperkirakan nilai investasi yang ditanamkan warganya sekitar Rp1,5 miliar. “Ada yang baru beberapa bulan ikut, ada pula yang sudah beberapa tahun. Rata-rata mereka mendapatkan uang itu dari bank dengan mengagunkan sertifikat tanah,” jelas Sugino Welly.
Jauh-jauh hari, Sugino mengimbau warganya tidak mengikuti investasi ternak rangrang tersebut. Imbauan itu kerap ia sampaikan dalam pertemuan warga maupun saat bertatap muka dengan warga di warung makan. Akan tetapi, ada saja warganya yang diam-diam ikut berinvestasi budi daya rangrang ini.
“Di antara mereka itu adalah pensiunan perangkat desa saya sendiri. Saya sudah minta dia untuk membuat usaha yang nyata, bukan investasi yang tidak jelas seperti itu. Jangan mau terbuai oleh nafsu yang ingin meraih untung besar. Ternyata diam-diam dia ikut menjadi mitra melalui keponakannya yang menjadi sales marketing CV MSB,” papar Sugino.
Desa Jambanan berbatasan dengan Dusun Kroyo, Desa Taraman. Rumah Sugino dan rumah Sugiyono hanya berjarak sekitar 300 meter. Sugino mengaku sudah lama mengenal sosok Sugiyono. “Kalau saya amati, sejak menggeluti bisnis ternak rangrang, kehidupan dia terlihat lebih wah. Ada beberapa unit kendaraan di rumahnya. Anak buahnya saja tumpaane [Toyota] Fortuner lengkap dengan sopirnya,” papar Sugino.
Sekitar 3.000 mitra CV MSB dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur pernah mengikuti silaturahmi akbar yang digelar di Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) Sragen pada Desember 2018. Pada kesempatan itu, Sugiyono memberikan motivasi dan membakar semangat para mitra untuk meningkatkan investasi ternak rangrang.
“Saat itu saya pernah dimintai tolong Pak Sugiyono mengurus izin keramaian ke Polres Sragen. Izin itu kami urus secara mendadak. Malam suratnya kami masukkan ke Polres, paginya silaturahmi akbar itu digelar,” ujar Heroe Setiyanto, seorang pengacara asal Sragen, saat ditemui di rumahnya di kawasan Nglangon.
Heroe mengakui mengenal baik sosok Sugiyono. Owner Heroes Law itu bahkan pernah menjadi pengacara Sugiyono saat dia terjerat kasus penggelapan dana berkedok arisan motor pada 2009. Karena kasus itu, Sugiyono mendekam di penjara selama beberapa tahun. “Saya memang kenal dekat dengan Pak Sugiyono, tapi saya bukan kuasa hukum CV MSB. Saya hanya pernah dimintai tolong mengurus izin keramaian dalam silaturahmi akbar yang digelar di Gedung SMS itu. Tidak ada hitam di atas putih yang menyebutkan saya adalah kuasa hukum CV itu,” paparnya.
Heroe juga hadir dalam silaturahmi akbar itu. Di hadapan sekitar 3.000 mitra, kata Heroe, Sugiyono menyampaikan uang investasi ternak rangrang itu dikembangbiakkan melalui bisnis uang virtual dalam bentuk bitcoin.
Kepada calon investor, CV MSB berdalih hasil peternakan semut itu bakal dijadikan bahan pembuatan kosmetik di luar negeri. Namun mantan pegawai CV MSB, Subandi, pernah menyaksikan di gudang rangrang yang dibeli dari mitra itu dimusnahkan dengan cara disemprot cairan kimia. Setelah itu, stoples itu dicuci bersih lalu diisi lagi oleh bibit baru yang didatangkan dari Jogja.
Heroe sendiri belum mengetahui penyebab tutupnya kantor dan gudang CV MSB yang membuat puluhan ribu mitranya kelabakan. “Terus terang saya tidak tahu seluk-beluk dari bisnis ternak rangrang ini. Ada kemungkinan, bisnis bitcoin itu mengalami kendala sehingga berdampak pada bisnis ternak rangrang. Tapi saya tidak tahu itu benar atau tidak,” terangnya.
Koran Solo mendatangi rumah Sugiyono di Desa Taraman, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, pada Kamis pagi. Akan tetapi, rumah tersebut tanpa berpenghuni. Beberapa kendaraan roda empat yang biasa terparkir di halaman rumahnya juga tidak terlihat. Saat dihubungi via telepon dan pesan singkat, Sugiyono tidak merespons.
Namun, kemarin, beredar rekaman suara pernyataan  Sugiyono yang ditujukan kepada mitra kerjanya. Kepada Koran Solo, sejumlah mitra membenarkan bahwa itu suara Sugiyono. Dalam pesan suara itu, Sugiyono menganggap pemberitaan miring seputar investasi rangrang tersebut terjadi karena ada pihak yang tidak senang lantaran pernah dikecewakan CV MSB. Dia juga membantah semua semut hasil panen dimusnahkan dengan cairan kimia.
“Itu informasi yang salah. Yang benar hasil panen dari mitra itu masih ada beberapa ekor semut. Supaya stoplesnya tetap bisa digunakan, harus dicuci. Hasil panen yang bagus kita olah, diambil lagi jadi bibit. Hasil akhir nanti jadi kapsul, tapi itu belum kami lakukan sehingga hasil panen yang bagus kami olah jadi bibit. Dan pembersihan stoples itu memang pakai cairan tertentu,” ujar Sugiyono.
Sugiyono mengaku tidak akan terpengaruh dengan berita miring seputar investasi ternak rangrang yang dikelolanya. Sekarang, dia hanya fokus membayar semua kewajiban kepada mitra sesuai jadwal.
“Anggap saja ini permainan bola. Jadi, penonton yang di luar lapangan yang jumlahnya ribuan bebas bicara apa saja. Mau bersorak apa pun tidak akan memengaruhi permainan di tengah lapangan. Semua mitra MSB adalah pemain di lapangan itu. Orang di luar mau berteriak apa pun ya biarkan saja. Saat permainan selesai, nanti kita juga yang akan mendapat tepuk tangan. Ketika prestasi kita bagus. Saya sendiri bersumpah kepada Allah bahwa MSB akan selesai dengan baik-baik saja,” ujar Sugiyono. (JIBI)