Plester Luka Buatan Mahasiswa UNS

 

TAMARA GERALDINE

SOLO—Mahasiswa Program Studi (Prodi) Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo berhasil menciptakan plester luka alami.
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 4
Plester tersebut terbuat dari tandan kosong kelapa sawit dan ikan sidat yang disingkat Pulosakti.
Penelitian yang dilakukan oleh Alfiyatul Fithri dan Wahyu Puji Pamungkas mendapatkan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) senilai Rp20 juta. Fithri panggilan akrabnya mengatakan untuk bisa lolos mendapatkan dana penelitian dari BPDPKS ia harus bertarung dengan ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Dari 400 proposal penelitian yang masuk ke BPDPKS, hanya 20 proposal penelitian yang lolos dan memperoleh pendanaan dari BPDPKS.
“Iya rasanya senang sekali karena proposal lolos dan memperoleh dana untuk melakukan penelitian,” terang Fithri saat dihubungi Koran Solo melalui sambungan telepon, Kamis (13/6).
Ia mengungkapkan Indonesia dan Malaysia adalah produsen dan eksportir minyak sawit terbesar di dunia. Akan tetapi,  sangat disayangkan, pemanfaatan kelapa sawit di Indonesia belum optimal karena tandan kosong kelapa sawit masih dianggap sebagai limbah. Oleh sebab itu perlu untuk memanfaatkan tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan dasar pembuatan hidrogel. Selain itu, ikan sidat mengandung albumin tinggi dan melimpah di Indonesia sehingga diperlukan pula pemanfaatan ikan sidat untuk komponen pembuatan hidrogel.
“Jadi kan selama ini hanya diambil sawitnya sedangkan tandan kosong kelapa sawit ini hanya jadi limbah dan dibiarkan begitu saja, paling digunakan menjadi arang. Makanya saya dan tim memiliki inisiatif untuk mengubah tandan kosong kelapa sawit ini untuk dibuat plester luka dengan tambahan albumin dari ikan sidat yang memiliki khasiat cep at menyembuhkan luka,” kata Fithri.
Dia menambahkan Pulosakti merupakan plester luka modern berbasis hidrogel dengan sifat ramah lingkungan. Hidrogel dibuat dari limbah tandan kosong kelapa sawit. Sedangkan ikan sidat adalah komponen tambahan pada plester yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka karena tingginya kandungan albumin dalam ikan sidat. Cara penggunaan Pulosakti sangat sederhana hanya dengan menempelkan plester pada bagian luka, di mana sebelumnya luka dibersihkan dengan air atau alkohol untuk menghilangkan kotoran dan darah.
”Efektifitas Pulosakti diperoleh dari uji luka pada tikus putih. Kemampuan percepatan penyembuhan luka diamati dan dibandingkan dengan plester luka konvensional komersil dan gel komersil. Hasil pengujian menunjukkan Pulosakti memiliki kemampuan penyembuhan luka yang sangat baik dan lebih cepat dibandingkan plester konvensional komersil dan gel komersil,” ujarnya.
Berdasarkan hasil uji, Pulosakti efektif digunakan sebagai pertolongan pertama pada luka. Pulosakti tersebut memiliki keunggulan efektif mempercepat penyembuhan luka, ekonomis, ramah lingkungan, dan nyaman. Ia mengatakan setelah penelitian berjalan selama enam bulan, Pulosakti sudah diuji dan hasilnya aman digunakan. (JIBI)