Drama di Tol Cipali, 12 Orang Meninggal

identifikasi bus: Petugas Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengidentifikasi Bus Safari Lux Salatiga yang mengalami kecelakaan di tol Cipali KM 151, Majalengka, Jawa Barat, Senin (17/6). Dalam kecelakaan yang melibatkan empat kendaraan tersebut 12 orang meninggal dunia dan 45 orang luka-luka.

JAKARTA—Drama perebutan kemudi bus oleh salah seorang penumpang menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas beruntun di Tol Cikopo Palimanan (Cipali) Senin (17/6) sekitar pukul 01.00 WIB.

redaksi@koransolo.co

Kecelakaan itu mengakibatkan 12 orang meninggal dunia dan 45 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Tabrakan maut di KM 150 tol Cipali arah Jakarta tersebut melibatkan empat kendaraan yakni Bus Safari Lux, Mitsubishi Xpander, Toyota Innova, serta truk.
Salah satu penumpang Bus Safari Lux, Anshor, 29, sekuriti di Gandaria Tower, adalah orang yang merebut kemudi dari sopir. Anshor naik bus  berpelat nomor H 1469 CB  itu dari Bekasi dengan tujuan Cirebon. Dalam perjalanan, sopir Roni Marttampubolon bercakap-cakap dengan kernet Yulianto.
Entah bagaimana, Anshor menganggap percakapan kernet dan sopir itu berisi rencana pembunuhan kepadanya.
Pada pukul 01.00 WIB saat penumpang lain tertidur, Anshor beranjak dari kursi penumpang menuju sopir. Tiba-tiba dia mengambil alih kemudi. Tentu saja sopir berusaha mempertahankannya. Upaya perebutan kemudi itu menyebabkan sopir hilang konsentrasi.
Bus yang berjalan di jalur A (Jakarta ke Cirebon) menerjang pembatas tol lalu masuk ke jalur B yang berlawanan (dari Cirebon ke Jakarta). Padahal di jalur itu banyak kendaraan melintas. Tabrakan tak terelakkan. Awalnya, bus menghantam Toyota Innova berpelat nomor B 168 DIL, lalu menabrak Mitsubishi Xpander B 8137 PI, dan truk pengangkut ayam R 1436-ZA . Laju bus terhenti saat masuk selokan.
”Menurut keterangan Anshor, sopir dan kernet itu [dari] hasil pembicaraan telepon akan membunuh dia, ’saya mau dibunuh sama sopir sama kernetnya. Tahu dari mana, dari pembicaraan telepon’,” kata Kapolda Jabar, Irjen Pol. Rudy Sufahriadi, kepada wartawan di Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon, Senin.
Kecelakaan itu menyebabkan 12 korban meninggal. Enam orang adalah penumpang Xpander, dan tiga lainnya penumpang Innova. Kemudian sopir, kernet, dan satu penumpang bus juga meninggal. Sedangkan 45 penumpang lainnya mengalami luka-luka, 11 orang luka berat.
Korban yang meninggal yaitu Heruman Taman, 59 (Bekasi); Rafi, 22 (Bekasi); Reza, 22 (Bekasi); Radit, 22 (Bekasi); Dafa, 21 (bekasi); Irfan, 22 (Bekasi); Uki, 45 (Tegal); Amar, 37 (Tegal); Daryono, 70 (Tegal); Roni Marttampubolon, 38 (Grogol, Sukoharjo); Yulianto, 25 (Tuntang, Kabupaten Semarang). Roni adalah sopir sedangkan Yulianto kernet.
Dari 12 korban meninggal, dua orang adalah bapak-anak. Keduanya baru saja pergi liburan di Yogyakarta dan Dieng. Si Bapak bernama Heruman, 59, sedangkan anaknya Reza, 22. Anak Heruman lainnya, Febri Dwi Prayogi (28), mengatakan bapak dan adiknya itu pergi berlibur bersama rombongan keluarga lainnya.
”Rombongan dari Kamis [13/6], mereka lagi liburan ke Jogja, [lanjut] ke Dieng. Nah [tabrakan] ini [terjadi] arah pulangnya,” kata Febri saat ditemui di rumah duka, Taman Wisma Asri RT 001/RW 016, Teluk Pucung, Kota Bekasi, Senin.
Rombongan keluarga itu beriringan menggunakan mobil Mistubishi Xpander dan Mitsubishi Pajero. Febri mengatakan Heruman dan Reza berada di mobil Xpander bersama empat orang lainnya.
Febri belum tahu persis bagaimana kecelakaan bisa terjadi. Dia hanya mengetahui ada bus dari arah berlawanan melintas batas hingga terjadi tabrakan maut itu. Seluruh keluarganya di mobil Xpander meninggal dunia.
Mobil lain yang ditabrak Bus Safari Lux adalah mobil Toyota Innova warna hitam. Di dalam mobil itu terdapat tiga orang yang meninggal dunia diseruduk bus. Mereka adalah Daryono, 70, Uki Mulyanto, 45, dan Muamar, 37. Ketiganya masih kerabat dekat warga RT 010/RW 005 Desa Tarub, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal. Sedangkan tiga warga Tegal lain yakni Susmiati, 50, Koriah, 63, dan pengemudi bermama Kiki masih dirawat di RS Mitra Siaga Cirebon.
Salah seorang kerabat keluarga korban, Sudirman mengatakan rombongan terdiri atas enam orang berangkat ke Jakarta menggunakan satu mobil pada Minggu (16/6) sekitar pukul 22.00 WIB. ”Rombongan menggunakan mobil Toyota Innova warna hitam dikemudikan oleh sopir Kiki, warga yang saat ini masih di rumah sakit bersama Susmiati dan Koriah. Korban selamat masih kerabat dengan tiga almarhum,” kata Sudirman.
Daryono merupakan ayah dari seorang PNS Dirlantas Polda Metro Jaya bernama Dewo. Menurut keterangan, Daryono ke Jakarta untuk menengok cucunya, anak Dewo.
”Dewo mengirim mobil untuk menjemput orang tua dan keluarga ke Jakarta karena Lebaran ini Dewo tidak bisa pulang kampung ke Tegal,” sambung Sudirman.
Walaupun Anshor mengakui menyerang sopir, polisi menyelidiki bagaimana peristiwa itu terjadi. Kapolda Rudy Sufahriadi memastikan menjadi tersangka, namun polisi belum menetapkan status hukumnya lantaran masih menyelidiki kasus tersebut.
”Hasilnya [urine] negatif [narkoba]. Yang pasti penyebab kecelakaan karena ada penyerangan ambil alih kemudi,” ujar Rudy.
Selain itu, polisi bakal mengecek kejiwaan Anshor. ”Kami akan proses penyelidikan dulu. Nanti rangkaian dalam proses pemeriksaan lebih dalam, kami lakukan cek kejiwaan,” ucap Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, di Mapolda Jabar.
Tes kejiwaan ini untuk mengetahui lebih dalam pengakuan Anshor itu. Pemeriksaan akan menunggu Anshor pulih. ”Bersangkutan masih terluka, namun sudah dilakukan isolasi untuk tindak lanjut proses berita acara pemeriksaan,” katanya. (JIBI/Detik/Liputan6.com)