Fakta Seputar Begpackers

 

1. Pertama Terjadi di Singapura
Meski belakangan baru heboh di Bangkok, Thailand, nyatanya fenomena begpackers pertama kali justru mencuat di Singapura.
Seusai sukses mencuri perhatian, virus begpackers pun menyebar ke beberapa negara Asia Tenggara seperti Thailand, Laos, bahkan Malaysia.

2. Tidak Hanya Mengemis
Para turis begpackers punya banyak cara buat mendapatkan dana travelling mereka. Tidak hanya mengemis, banyak dari mereka yang rela membawa alat musik beserta pengeras suara untuk mengamen layaknya di negara sendiri.

3. Menyebar ke Online
Tidak hanya offline, kegiatan begpacking juga mereka lakukan di dunia maya. Banyak para turis menggunakan fasilitas crowd-funding, Kickstarter untuk mendanai mereka. Saking niatnya, mereka juga membuat video profile mereka dan negara yang mereka kunjungi demi menarik simpati dari netizen yang melihat.

4. Menggunakan Variasi Spanduk
Lantaran tidak fasih berbicara dalam bahasa lokal, banyak dari begpackers membekali diri dengan spanduk bertuliskan permintaan mereka. Misalnya, “Saya sedang travelling keliling Asia tanpa uang. Tolong bantu perjalanan saya ya” tulis seorang turis yang coba mengemis di atas jembatan penyeberangan Kota Bangkok.(Salsabila Annisa Azmi)