Tersangka Terancam 15 Tahun penjara Bapak Aniaya Anak Ditahan di Mapolres

SUKOHARJO—Kasus seorang bapak di Dukuh Pandak RT 002/RW 002 Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Totok Suroso, 45, yang tega menganiaya kedua anak perempuannya menemui titik terang.

Indah Septiyaning W.
redaksi@koransolo.co

Jajaran Polres Sukoharjo menetapkan Totok Suroso sebagai tersangka atas kasus penganiayaan tersebut. Totok kini mendekam di tahanan Mapolres Sukoharjo dan terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi mengatakan penahanan tersangka kasus penganiayaan terhadap dua anaknya dilakukan penyidik setelah kondisinya membaik. Tersangka sebelumnya menjalani perawatan intensif di rumah sakit RSUD Ir. Soekarno karena mengalami luka di bagian perut akibat tusukan pisau percobaan bunuh diri seusai menganiaya kedua anaknya. Anak pertamanya Alifia mengalami luka bagian pelipis dan trauma dirawat di RSUD dr. Moewardi Solo.
”Setelah menunggu pemulihan pelaku [Totok Suroso] dan kondisi anak pertamanya yang sebelumnya dirawat di rumah sakit, penyidik langsung memeriksa pelaku dan meminta keterangan saksi korban [anak pelaku]. Dari hasil pemeriksaan inilah penyidik menetapkan Totok sebagai tersangka yang menganiaya kedua anaknya,” kata dia, Rabu (10/7).
Menurutnya, pemeriksaan intensif telah dilakukan dengan menggali keterangan dari saksi-saksi di lokasi. Sesuai hasil pemeriksaan, pelaku tega menganiaya anak karena motifnya adalah kesulitan ekonomi. Atas tindakan itu, penyidik menjerat Totok dengan Pasal 44 ayat (1) UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.
”Tersangka melakukan tindak pidana kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga sebagaimana diancam pidana kurungan maksimal 15 tahun penjara,” kata Kapolres.
Percobaan Bunuh Diri
Ditanya pengamanan terhadap tersangka mengingat sebelumnya diketahui pernah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri, Kapolres mengatakan sistem keamanan di dalam tahanan Mapolres sudah dijalankan sesuai prosedur yang ada. Termasuk aturan bagi kunjungan besuk tahanan dilakukan pemeriksaan satu per satu. Pemeriksaan dilakukan untuk mengantisipasi adanya senjata tajam dan barang larangan lainnya masuk ke area tahanan.
”Jadi pengamanan tidak hanya untuk tersangka saja melainkan seluruh tahanan di Mapolres Sukoharjo,” katanya.
Sebagaimana diketahui kasus ayah menganiaya anak terjadi pada Selasa (25/6) lalu. Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 07.00 WIB di mana ada warga yang mendengar suara teriakan dari rumah pelaku. Mendengar teriakan tersebut warga kemudian datang untuk mencari tahu. Namun saat warga datang, posisi pintu rumah masih terkunci. Pintu kemudian digedor hingga akhirnya terbuka.
Saat itulah, warga tersebut mendapati anak Totok dalam kondisi lehernya terikat tali. Melihat hal itu, warga berusaha untuk menolong dengan melepas tali yang melilit leher. Namun saat melepaskan tali itu, warga mendengar Totok berteriak sudah membunuh anak yang lain.
Mendengar hal itu, warga berusaha mencari tahu di mana keberadaan korban yang disebut oleh Totok. Ternyata setelah dicari warga menemukan korban di sebuah rumah kosong yang tidak jauh dari rumah Totok. Di sana korban ditemukan dalam posisi terbujur dengan penuh luka dan bersimbah darah.
Namun saat warga berusaha menolong para korban tersebut, ternyata Totok berusaha melakukan upaya bunuh diri dengan cara menusukkan pisau ke perut. Upaya tersebut digagalkan warga lalu dilaporkan ke pihak kepolisian.