192 Kandidat Capim KPK Diumumkan

JAKARTA—Masukan dari masyarakat sangat dibutuhkan panitia seleksi calon pimpinan (pansel capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Apalagi, saat ini pansel capim KPK sudah mengumumkan nama-nama yang lolos pada tahap seleksi administrasi sehingga publik bisa melihatnya langsung.
”Panitia seleksi mengharapkan masukan secara tertulis dari masyarakat terhadap nama-nama pendaftar capim Komisi Pemberantasan Korupsi masa jabatan 2019-2023 yang dinyatakan lulus administrasi,” ujar Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih, di Gedung Kemensetneg, Jakarta Pusat, Kamis (11/7).
Yenti menyampaikan masyarakat dapat menyerahkan masukkan tersebut ke Sekretariat Panitia Seleksi, Pusdiklat Kemensetneg, Cilandak, Jakarta Selatan. Masukan itu bisa diberikan sejak Kamis.
”Masukan disampaikan langsung ke Sekretariat Panitia Seleksi mulai 11 Juli 2019 sampai dengan nanti akan segera kita umumkan, untuk sementara ini hingga 30 Agustus 2019,” ucapnya.
Sedangkan bagi para pendaftar yang lolos itu diwajibkan mengikuti seleksi selanjutnya yaitu uji kompetensi. ”Uji kompetensi meliputi objective test dan penulisan makalah,” ujar Yenti.
Yenti mengatakan uji kompetensi terhadap 192 capim KPK yang lolos akan diselenggarakan pada Kamis (18/7), pukul 08.00-13.00 WIB di Pusdiklat Kemensetneg, Jakarta Selatan. Mereka yang lolos akan diuji mengenai pengetahuannya tentang KPK.
”Jadi untuk uji kompetensi kita berharap memang teman-teman yang mendaftar akan ikut ujian itu mengetahui secara detail mengenai apa saja yang menjadi tugas, kewenangan KPK, dan semua hal-hal yang berkaitan dengan korupsi itu sendiri. Dari tindak pidananya kemudian ruang lingkupnya. Mulai dari penindakan pencegahan sampai dengan supervisi dan koordinasi,” ucapnya.
Nantinya, lanjut Yenti, akan ada nilai batas kelulusan. Pendaftar yang melampaui nilai yang ditentukan akan lolos pada tahap uji kompetensi ini. Jadi, Pansel KPK tidak memiliki ketentuan kuota pendaftar yang lolos pada tahap ini.
”Jadi panitia seleksi sama sekali tidak menetapkan kuota sehingga tergantung pada mereka nanti, tapi kita punya tingkat kelulusan dan itu belum diketahui. Kalau di atas range dia lulus dan kalau di bawah range dia tidak lulus. Nggak tahu nanti mereka bisa atau nggak ngelewatin uji kompetensi ini,” jelasnya. (Detik)