Buaya di Genting Rumah Warga

MALANG—Seekor buaya ditemukan di genting rumah warga di Jl. Ki Ageng Gribig, Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur. Polisi bersama warga bergerak cepat menangkap buaya tersebut.
Kapolsek Kedungkandang, Kompol Suko Wahyudi, mengatakan keberadaan buaya awalnya diketahui setelah atap rumah Junaedi, 55, terasa runtuh karena tertimpa sesuatu. Pemilik rumah bersama tetangga mencoba untuk melihat benda yang membuat genting rumah Junaedi rontok. Sontak warga terkejut, ketika melihat seekor buaya.
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 1
”Dengan alat seadanya, buaya itu akhirnya bisa diamankan. Penangkapan saat itu butuh kesabaran, karena buaya sempat melawan. Namun akhirnya bisa diamankan,” terang kapolsek saat ditemui di Mapolsek Kedungkandang, Kamis (11/7).
Buaya itu memiliki panjang 170 cm dan lebar 12 cm. Polisi juga menyelidiki siapa pemilik buaya itu. ”Kami sedang menyelidiki,” sambungnya.
Polhut BKSDA Resor Malang, Imam Pujiono, memperkirakan buaya jenis muara itu berusia sekitar satu tahun. Pihaknya berharap, buaya itu bisa diselamatkan dengan penanganan intensif. ”Usianya sekitar satu tahun, jenisnya buaya muara. Sekarang masih diperiksa intensif,” terang Imam.
Menurut dia, keberadaan buaya muara ini cukup mengejutkan karena ditemukan di tengah permukiman padat penduduk. Sangat membahayakan, apalagi diduga buaya dalam kondisi lapar dan dehidrasi. ”Sangat berbahaya karena berada di tengah pemukiman padat penduduk, karenanya sangat tidak mungkin direkomendasi untuk merawat buaya. Kemungkinan besar, satwa itu akan dijual oleh penghuni rumah,” ungkap Imam.
Dia menambahkan berdasarkan Pasal 21 Ayat (2) UU 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, setiap orang dilarang menangkap, me­lukai, membunuh, menyim­pan, memiliki, meme­li­ha­ra, mengangkut, dan memper­niagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup. Sanksi pida­na bagi orang yang senga­ja melakukan pelang­garan terhadap ketentuan seba­gai­mana dimaksud dalam Pasal 21 Ayat (2) adalah pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.
”Kepemilikan satwa dilindungi juga ada ancaman pidananya. Penemuan buaya muara ini, tentunya masuk kategori itu, makanya kita memburu siapa pemiliknya bersama kepolisian,” tegas Imam. (JIBI/Detik)