Kasus Pencurian Hendak Dilimpahkan ke Kejari Tahanan Anak di Lapas Sragen Kabur

SRAGEN—Baru dititipkan semalam, seorang tahanan kasus pencurian yang berstatus anak-anak, A, 15, warga Kecamatan Tangen, Sragen, kabur dari ruang tahanan anak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sragen, Kamis (11/7) pukul 04.00 WIB.

Tri Rahayu
redaksi@koransolo.co

Tahanan anak itu kabur lewat plafon ruang tahanan anak, kemudian ke atap dan melompati pagar Lapas. Kaburnya tahanan kasus pencurian kotak amal di wilayah Tangen itu diketahui saat petugas Lapas berpatroli pagi pukul 07.00 WIB. Residivis pencurian itu tak ditemukan di ruang tahanan anak. Kepala Lapas Kelas IIA Sragen, Yosef Benyamin Yembise, langsung memimpin petugas untuk mencari tahanan di dalam kompleks Lapas. Pencarian dilakukan secara menyeluruh tetapi tak menemukan batang hidung A yang sebelumnya sudah dua kali menghuni Lapas itu.
“Ya, tahanan itu kabur lewat plafon naik ke atap dan lompati pagar setinggi lebih dari tiga meter. Saya pimpin sendiri pencarian di dalam Lapas tapi tak ditemukan tali atau apa. Anak ini memang sudah dua kali masuk Lapas karena kasus pencurian. Saat masuk kali ketiga ini mungkin sudah paham situasi,” ujar Yosef saat dihubungi Koran Solo, Kamis sore.
Yosef menjelaskan tahanan ini kabur kemungkinan sebelum pukul 04.00 WIB karena pada pukul 04.30 WIB ruang masak dibuka dan patroli pagi pukul 07.00 WIB. Yosef langsung berkoordinasi dengan Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan terkait tahanan yang kabur setelah dititipkan ke Lapas pada Rabu (10/7).
“Tahanan itu hanya sendirian di ruang tahanan anak. Kami berdoa bersama agar si bungsu ini bisa kembali. Saya yakin Pak Kapolres segera menangkap lagi. Ya, ini seperti musibah bagi saya,” ujarnya.
Kapolres Sragen melalui Kasatreskrim AKP Harno membenarkan tahanan yang baru dititipkan sehari sebelumnya kabur. Harno mengatakan tahanan itu ditangkap 15 hari lalu di rumahnya setelah terekam kamera CCTV saat mencuri uang kotak amal. “Kami memproses penyidikan. Pelimpahan tahap I ke Kejari sudah dilakukan. Sebenarnya, Kamis ini mau dilimpahkan tahap kedua karena sudah P21. Saat kami mau ambil pagi-pagi ternyata tahanan tidak ada. Akhirnya ya mencari lagi dan gagal dilimpahkan ke Kejari,” ujarnya.
Harno menjelaskan penitipan tahanan ke Lapas itu atas permintaan jaksa Kejari sebelum perkara dilimpahkan ke Kejari. Harno hanya mengikuti keinginan jaksa tetapi justru tahanan kabur. “Anak ini memang residivis kasus pencurian. Pintar memang kendati masih anak-anak. Awalnya ditangani Polsek Tangen lalu dilimpahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Sragen,” ungkapnya.