KEBIJAKAN PEMERINTAH Bertambah Banyak, Pencari Suaka Ditempatkan di Kalideres

JAKARTA—Para pencari suaka Timur Tengah kini tak lagi berkumpul di trotoar Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Meski belum seluruhnya dipindah, Pemprov DKI setidaknya sudah menyediakan “rumah baru” di Kalideres, Jakarta Barat, untuk menyeterilkan pencari suaka di pusat kota.
Wacana pemindahan para pencari suaka ini bermula dari kunjungan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi ke Jl. Kebon Sirih, pada Rabu (10/7) malam. Pria yang akrab disapa Pras itu semula mengusulkan pencari suaka ini dipindah ke Jakarta Islamic Center, Jakarta Utara.
Rencana itu pun urung dilakukan. Hingga akhirnya Pemprov DKI menyiapkan pengungsian sementara di lahan eks Kodim Jakarta Barat di Kalideres. Alasan pemindahannya karena pencari suaka ini tiba-tiba bertambahnya banyak.
”Tadinya kan mau ke Jakarta Islamic Center, tapi karena makin lama makin membanyak akhirnya ditempatkan di eks Kodim, Jakarta Barat, di Kalideres,” ucap Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi kepada wartawan di Kantor UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees), Jakarta Pusat, Kamis (11/7).
Pras, tidak memiliki data pasti, tapi disebut ada lebih dari 300 orang. Sehingga perlu lokasi yang lebih luas.
”Sekarang katanya 300 [orang] lebih. kemarin hanya 250 orang. [Lokasinya] besar, layak tinggal sementara di situ,” ucap Pras.
Ratusan pencari suaka itu kini sudah menempati “rumah baru” di Kalideres. Mereka tiba Kamis sore sekira pukul 16.00 WIB, setelah diangkut dari trotoar Kebon Sirih menggunakan bus milik Pemprov DKI.
Ada enam tenda yang disediakan Dinas Sosial DKI Jakarta. Selain itu, ruangan-ruangan di gedung eks Kodim disulap menjadi ruang inap untuk para pencari suaka. Dinsos menyediakan terpal hingga matras untuk alas tidur.
Pemprov DKI menyebut menyiapkan pengungsian sementara berdasarkan Perpres 126 tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi Luar Negeri. Maka itu, pihaknya membuka penampungan di Kalideres, meski penampungan sementara itu tidak menyelesaikan masalah soal pencarian suaka.
”Memang ada Perpres 126 di situ, ada di beberapa pasal, pemerintah daerah bisa saja membantu UNHCR atas nama kemanusiaan,” ucap Plh Gubernur DKI Jakarta Saefullah.
Saefullah mengatakan untuk sepekan ke depan, Pemprov menjamin kebutuhan konsumsi bagi para pencari suaka. Setelah itu diharapkan UNHCR bisa meneruskan sampai masalah pencari suaka selesai.
”Mungkin nanti kita melalui Dinas Sosial, kurang lebih selama satu minggu menjadi tanggungan kita. Nanti selebihnya kita berharap UNHCR bisa meneruskan itu sampai persoalan mereka ini tuntas,” ucapnya.
Kepala Kesbangpol Pemprov DKI Jakarta, Taufik Bakri mengatakan para pencari suaka ini datang dari berbagai lokasi. Kemungkinan mereka mendengar UNHCR membuka pendaftaran.
Menurut Taufan, pencari suaka yang masih tersisa dan belum terangkut ini berjumlah 200 orang. Mereka harus terdaftar terlebih dahulu, baru bisa diangkut oleh Pemprov DKI.
Taufan pun mengatakan pihak Pemprov DKI berjanji mengangkut semua para pencari suaka. Namun mereka harus terdaftar terlebih dahulu ke UNHCR.
”Mereka daftar di UNHCR dulu, UNHCR berikan data kepada kita, kita angkut mereka. Nanti di sana eks Kodim didaftar kembali,” sambungnya. (Detik)