Kasus Dugaan Korupsi di Sragen Rabu, Mantan Bupati Jalani Sidang Perdana

SRAGEN—Mantan Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman akan menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi kas daerah (kasda) Sragen 2003-2010 di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Rabu (17/7).
Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen, Agung Riyadi, mengaku sudah mendapat jadwal sidang perdana dengan terdakwa Agus Fatchur Rahman dari PN Tipikor Semarang. Sidang perdana itu digelar sepekan setelah Kejari Sragen melimpahkan berkas perkara kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Sragen periode 2011-2015 tersebut pada Selasa (9/7) lalu. “Surat ketetapan jadwal sidang perdana sudah kami terima. Nanti pada Rabu digelar sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan,” jelas Agung Riyadi kepada Koran Solo, Minggu (14/7).
Agung menjelaskan sebelum masa penahanan Agus dalam tahap penyidikan habis, Kejari Sragen telah memperpanjang masa penahanan selama 40 hari. Kendati begitu, baru lima hari jalan, Kejari Sragen langsung menggelar penyerahan tahap dua yang menyangkut penyerahan berkas barang bukti dan tersangka dari penyidik ke penuntut umum. Dengan begitu, status penahanan berubah dari tahap penyidikan ke tahap penuntutan.
“Penahanan di tahap penuntutan ini berlangsung selama 20 hari, tapi berkasnya sudah kami limpahkan ke PN Tipikor sebelum masa penahanan habis. Jadi, sekarang kewenangan penahanan beralih ke hakim,” terang Agung.
Agung mengakui surat permohonan penangguhan penahanan Agus yang dilayangkan istri dan kuasa hukumnya memang belum mendapat persetujuan dari atasannya. Kendati begitu, Kejari Sragen sudah tidak perlu merespons permohonan penangguhan penahanan tersebut karena kewenangan penahanan Agus sudah beralih ke PN Tipikor Semarang. “Kalau mau mengajukan penangguhan penahanan lagi, silakan ke pengadilan karena sudah ada pelimpahan,” paparnya.
Agus Fatchur Rahman ditahan dengan jeratan Pasal 2 dan 3 UU No. 31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. Penahanan terhadap politisi Partai Golkar itu merupakan pengembangan dari kasus korupsi kasda 2003-2010 yang sebelumnya pernah menjerat mantan Bupati Untung Wiyono dengan total kerugian negara sebesar Rp11,2 miliar. Pada saat itu, Agus berstatus sebagai Wakil Bupati Sragen. Adapun kerugian negara yang dalam pengembangan kasus dugaan korupsi yang menjerat Agus senilai Rp604,6 juta. (Moh. Khodiq Duhri)