Diduga Tercemar Limbah Air Sungai Langsur Berubah Warna

SUKOHARJO—Kasus pencemaran air sungai kembali ditemukan di wilayah Kabupaten Sukoharjo.

Indah Septiyaning W.
redaksi@koransolo.co

Sungai Langsur di wilayah Kelurahan Sukoharjo diduga tercemar sehingga air sungai berubah warna menjadi hijau kebiruan.
Warga di sekitar lokasi sungai mengeluhkan kondisi air sungai yang berubah itu. Diduga air sungai tersebut tercemar limbah pabrik tak jauh dari lokasi tersebut. Salah satu warga, A. Kharomah mengatakan pencemaran air sungai sudah terjadi lama. Air sungai tersebut kerap berubah warna, tak hanya berubah menjadi hijau kebiruan. Namun juga terkadang berubah warna kehitaman.
”Pencemaran air ini kemungkinan berasal dari limbah pabrik. Tapi kami tidak mengetahui secara pasti,” katanya kepada wartawan, Senin (15/7).
Pencemaran tersebut selain mencemari air sungai juga sumur milik warga setempat. Beberapa hewan ternak itik miliknya bahkan mati mendadak diduga setelah meminum air sungai tersebut. Namun demikian pihaknya belum bisa memastikan penyebab pasti kematian hewan ternak tersebut apakah karena pencemaran air sungai atau tidak. Selain berwarna, dia juga mengatakan air sungai kerap mengeluarkan bau tidak sedap. Terutama saat air sungai berubah warna menjadi kehitaman.
”Kami berharap ada langkah serius dari pemerintah kabupaten untuk mengatasi perubahan warna air sungai dan bau tidak sedap itu,” ujar dia.
Warga menginginkan ada kepastian apakah perubahan air sungai akibat pencermatan limbah pabrik atau yang lain. Masalah perubahan warna dan bau tidak sedap dari air sungai sudah dikeluhkan warga sejak lama. Namun hingga kini belum ada kejelasan nasib terkait persoalan itu.
Warga lain, Wawan juga mengatakan perubahan warna air sungai sudah menjadi hal biasa bagi warga di sekitar lokasi Sungai Langsur. Hal ini lantaran telah terjadi sejak lama. ”Kami tidak bisa memprediksi kapan perubahan air sungai terjadi. Air sungai memang kadang berubah warna jadi hijau kebiruan atau kehitaman,” katanya.
Dia mengakui jika perubahan warna air sungai juga berdampak pada air sumur warga. Warga bahkan tak berani menggunakan air sumur untuk dikonsumsi sebagai air minum. Warga, lanjut dia, harus membeli air untuk kebutuhan air minum.
”Air sumur hanya untuk kebutuhan mandi dan cuci saja. Kalau air minum kami tidak berani karena airnya asin,” kata Wawan.
Saat dimintai konfirmasi, Kepala Dinas Lingkungan (DLH) Kabupaten Sukoharjo Agustinus Setiyono mengatakan belum menerima laporan dari warga terkait perubahan warna air Sungai Langsur. Pihaknya segera melakukan pengecekan ke lokasi apakah air Sungai Langsur tercemar limbah pabrik atau lainnya sehingga menyebabkan perubahan pada warna air sungai tersebut. “Kami akan menerjunkan tim untuk mengecek air Sungai Langsur,” katanya.
Pengecekan akan dilakukan DLH dengan melakukan uji laboratorium terhadap kandungan air Sungai Langsur. Hal ini guna mematikan apakah air sungai tercemar limbah atau tidak. Termasuk jika terjadi pencemaran akan diketahui apakah sumber pencemaran air sungai akibat limbah pabrik atau lainnya.