AMM Jaring Kandidat Kepala Daerah di Soloraya

KURNIAWAN

SOLO—Aliansi Masyarakat Madani (AMM) Solo mulai menjaring figur-figur potensial yang layak jadi kandidat kepala daerah dan wakil kepala daerah di Soloraya.
Langkah AMM dilakukan karena pemilihan kepala daerah serentak pada 2020 akan digelar di enam kabupaten/kota di Soloraya. Kontestasi itu kini mulai menarik perhatian berbagai elemen masyarakat.
Sejumlah nama mulai masuk dalam tahap penjaringan yang akan berakhir pada pertengahan September 2019. Ketua AMM Solo, Muhammad Dai, saat ditemui wartawan, Jumat (19/7), mengatakan ada beberapa nama yang telah dijaring sejauh ini.
Kandidat wali Kota Solo dan kandidat wakil wali Kota Solo yang masuk dalam penjaringan antara lain Joko Riyanto, Bambang Setiaji, Muh. Taufiq, Abah Kasoem, dan dia sendiri. Figur yang masuk penjaringan sangat mungkin bertambah karena waktu menuju pemilihan kepala daerah masih cukup panjang. Selain menjaring kandidat wali kota dan kandidat wakil wali Kota Solo, AMM juga menjaring kandidat bupati dan wakil bupati di kawasan Soloraya.

Di Sragen yang masuk penjaringan antara lain Dodok Sartono, di Sukoharjo yang masuk penjaringan antara lain Wiwaha Aji Santosa, dan di Boyolali yang masuk penjaringan adalah Bambang Sukoco.
“Kami akan sosialisasikan nama-nama yang masuk. AMM bergerak di Soloraya, ikut berpartisipasi [mendewasakan demokrasi]. Semoga mendapat respons positif dari masyarakat,” kata dia.
Menurut Dai, AMM merupakan wadah yang terbuka bagi berbagai elemen masyarakat, kendati ditulangpunggungi para aktivis kepemudaan, mahasiswa, warga Muhammadiyah, dan kalangan pengusaha.
“Kami adalah gerakan kultural,” kata dia. AMM ingin agenda politik pemilihan kepala daerah pada 2020 menjadi kompetisi politik yang terbuka dan dinamis. Masyarakat harus mendapat ruang dan kesempatan terbuka untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi daerah lima tahunan tersebut.
“Sangat penting membuat demokrasi menjadi dinamis. Jangan sampai politik didominasi sekelompok orang tertentu. Kami targetkan pada 15 September mendatang sudah ada nama-nama yang kami dorong untuk berkompetisi dalam pemilihan kepala daerah di Soloraya,” kata dia.
AMM berencana menyimulasikan pasangan figur-figur kandidat kepala daerah dan kandidat wakil kepala daerah yang terjaring. Langkah itu untuk melihat sejauh mana popularitas dan elektabilitas figur-figur tersebut. Selanjutnya nama-nama itu akan diajukan ke koalisi partai politik.
Bila pasangan tokoh yang diajukan AMM tidak bisa diusung oleh koalisi partau politik, tidak menutup kemungkinan didorong untuk maju melalui jalur independen. Langkah maju dalam pemilihan kepala daerah melalui jalur independen sangat memungkinkan.
“Kota Solo jadi barometer berbagai hal di Indonesia sehingga dari sisi poitik harus dinamis namun tetap konstitusional. Sekian periode PDIP terus memimpin. Di Solo perlu muncul figur baru pemimpin yang bisa menghadapi  tantangan masa depan,” kata Dai. (JIBI)