ROKET Chandrayaan 2 India Membawa Ambisi ke Kutub Bulan

India sukses menjalankan misi ke Bulan, satu pekan setelah mereka menunda peluncuran roket karena alasan teknis. Fokus misi pendaratan pesawat nirawak bernama Chandrayaan 2 adalah untuk mendeteksi gempa dan mineral air di kutub Bulan. Berikut laporan Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Salsabila Annisa Azmi, dari berbagai sumber.

redaksi@jibinews.co

Chandrayaan-2 diluncurkan pada pukul 14.43 waktu lokal dari Pusat Antariksa Sriharikota. Ketua Indian Space Research Organisation (ISRO) mengatakan organisasi yang dia pimpin dapat pulih kembali setelah penundaan peluncuran pertama.
India telah mengucurkan US$145 juta untuk misi ini. Mereka berharap, India akan menjadi negara pertama yang sukses mendarat di kutub selatan Bulan.
Pesawat luar angkasa itu telah memasuki orbit Bumi. Pesawat itu akan ada di sana selama 23 hari sebelum memulai manuver yang akan membawanya ke orbit Bulan.
Jika sukses India akan menjadi negara keempat yang bisa mendaratkan pesawat di Bulan. Tiga negara lainnya adalah Rusia, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Peluncuran ini disiarkan di TV dan akun media sosial resmi ISRO.
Kepala ISRO, K Sivan mengatakan ini adalah misi paling kompleks yang pernah ISRO coba lakukan. “Ini adalah awal perjalanan bersejarah India ke Bulan,” kata Sivan dalam pidato setelah peluncuran. Dia mengucapkan terima kasih pada hampir 1.000 peneliti, teknisi, dan staf lain yang berkontribusi dalam misi ini.
Chandrayaan-2 yang berarti Kendaraan Bulan 2 akan mencoba untuk mendaratkan diri di kutub selatan Bulan. Fokus dari misi ini adalah untuk mencari air dan mineral di permukaan Bulan, serta menghitung gempa di Bulan.
India menggunakan roket tertangguh mereka, Geosynchronous Satellite Launch Vehicle Mark III (GSLV Mk-III). Roket itu memiliki panjang 44 meter dan bobot 640 ton, hampir 1,5 kali lipat dari jumbo jet 747 yang terisi penuh.
Chandrayaan dalam bahasa Sansekerta berarti kendaraan Bulan. Peluncuran Chandrayaan-2 digelar di Pusat Antariksa Sriharikota di negara bagian Andhra Pradesh, India tenggara.
Menurut laporan AFP, pada saat peluncuran sempat terjadi hujan. Presiden India Ram Nath Kovind dan 7.000 orang tamu VIP serta siswa melambaikan bendera India saat proses peluncuran itu.
Beberapa saat kemudian, Chandrayaan-2 berhasil memasuki orbit di sekitar Bumi. Para ilmuwan di lokasi peluncuran saling berpelukan setelah 20 menit roket meluncur. Tepuk tangan membahana. Ucapan selamat atas peluncuran berdatangan.
Misi dari eksplorasi India ke Bulan ini adalah memuat detektor dan kendaraan pendaratan untuk mendarat di kutub selatan Bulan. Detektor mobile ini akan mencari jejak air di permukaan Bulan.
Jika semuanya berjalan dengan baik, kendaraan pendaratan ‘Vikram’ akan mendarat di permukaan Bulan pada 6 atau 7 September mendatang. Dengan demikian India menjadi negara keempat yang mampu melakukan pendaratan di Bulan setelah Amerika Serikat, Uni Soviet atau Rusia dan Tiongkok.
Sedangkan India adalah negara pertama yang menjelajahi kutub selatan Bulan.
Sempat Terkendala
Sebenarnya, Chandrayaan-2 sedianya diluncurkan pada 15 Juli. Akan tetapi kira-kira satu jam sebelum peluncuran, dalam pemantauan terakhir ditemukan adanya kebocoran bahan bakar pada kendaraan peluncuran sehingga misi peluncuran dibatalkan sementara.
Tiga hari kemudian pada 18 Juli, tim pakar yang relevan mengumumkan mereka telah melakukan pemecahan masalah. Tim kemudian mengumumkan tanggal peluncuran baru.
India selama ini telah mengembangkan sendiri hampir semua peralatan terkait misi pendaratan tersebut. Karena itu biaya pendanaan bulanan relatif lebih rendah dibandingkan dengan negara lain.
Beberapa media asing mengungkapkan kendaraan peluncur India tidak cukup kuat untuk menghantar pendaratan langsung di Bulan. Chandrayaan-2 sebelumnya akan berputar mengelilingi Bumi selama 23 hari. Kemudian baru dapat memasuki orbit Bulan untuk kemudian melakukan pendaratan di kutub selatan Bulan. (medcom/okezone)