Deteksi Gangguan Kelenjar Tiroid

Salah satu kelenjar yang terletak di tengah leher manusia adalah kelenjar tiroid. Letaknya juga berada pada cincin tulang rawan ke-2 dan ke-3 dengan berat sekitar 10—20 gram.

Tika Anggreni Purba
redaksi@jibinews.co

Kelenjar berbentuk kupu-kupu ini fungsinya menghasilkan hormon tiroid yang berperan penting dalam proses metabolisme. Meskipun ukurannya sangat kecil, fungsinya sangat penting bagi tubuh manusia.
Hormon tiroid juga berperan dalam proses pembentukan kalori yang berkaitan dengan kebugaran seseorang.
Hormon ini juga penting dalam peningkatkan curah jantung dalam aktivitas manusia sehari-hari. “Hormon tiroid diperlukan tubuh mulai dari dia berada dalam kandungan hingga tumbuh dewasa,” ujar dokter spesialis penyakit dalam Fatimah Eliana.
Peran vitalnya itu membawa konsekuensi bila terjadi gangguan pada kelenjar tiroid, maka akan muncul penyakit tiroid yang dapat merugikan kehidupan penderitanya.
Angka kejadian penderita gangguan tiroid di dunia diperkirakan terus meningkat. Sebanyak 17 juta penduduk Indonesia mengalami gangguan tiroid. Artinya, kondisi ini membutuhkan kesadaran dalam deteksi dini dan penanganan cepat dan tepat.
“Ada lima jenis penyakit tiroid yang mungkin terjadi pada orang dewasa yakni kekurangan yodium, autoimun, infeksi, tumor, dan kista,” ujarnya.
Kondisi kekurangan yodium pada kelenjar tiroid pada anak-anak sangat besar dampaknya yakni keterbelakangan mental dan gangguan pertumbuhan.
Sementara itu, pada orang dewasa kekurangan yodium akan menyebabkan pembesaran pada kelenjar tiroid dan menimbulkan masalah lain seperti gangguan metabolisme.
Hal-hal ini akan mempengaruhi jumlah produksi hormon tiroid, yakni kelebihan hormon tiroid (hipertiroidisme) dan kekurangan hormon tiroid (hipotiroidisme).
Fatimah mengatakan bahwa kondisi gangguan tiroid sering kali timbul dengan keluhan yakni benjolan (pembesaran) pada leher.
Pembesaran kelenjar tiroid bisa terjadi karena satu atau beberapa benjolan, tetapi bisa juga benjolan itu tidak kelihatan atau rata.
“Dia merasa kok lehernya gemuk karena benjolannya terjadi secara merata.”
Apabila benjolan sangat besar, hal itu dapat menyebabkan penekanan pada jaringan sekitarnya sehingga menimbulkan rasa nyeri, suara menjadi serak bahkan hilang, dan tersedak.
Kelebihan hormon tiroid atau hipertiroid ditandai dengan berat badan pasien yang menurun sangat drastis, gampang cemas dan mudah tersinggung, jantung berdebar-debar, gampang capek, rambut rontok, diare, periode menstruasi terganggu, dan banyak berkeringat. “Sebagian lagi penderita hipertiroid mengalami jari dan tangan yang gemetar, kadang hanya memegang sendok saja tangannya gemetar,” katanya.
Apabila seseorang mengalami kekurangan hormon tiroid atau hipotiroid, gejalanya ditandai dengan pasien yang tidak tahan dengan udara dingin, mudah lelah, kulit kering, konstipasi, dan berat badan bertambah. “Ada juga yang mengeluh dengan kaki dan wajah yang membengkak,” ucapnya.
Hipotiroid dapat terjadi pada janin dalam kandungan sehingga bayi terlahir dengan kekurangan hormon tiroid. Kondisi ini disebut dengan hipotiroid kongenital. Angka kejadian hipotiroid kongenital di Indonesia cukup tinggi yakni 1dari 2.700 bayi berisiko.
“Efek hipotiroid dapat menyebabkan gangguan perkembangan seperti keterbelakangan mental,” ujar dokter spesialis anak Andi Nanis Sacharina.
Kondisi ini dapat dicegah dan diatasi sejak dini dengan pemeriksaan hipotiroid kongenital saat bayi baru lahir. Kalau terlambat, tidak ada jalan lagi untuk memperbaiki dampaknya. Otak anak telanjur rusak dan menyebabkan gangguan perkembangan dan pertumbuhan.
“Retardasi mental akibat hipotiroid kongenital bisa dicegah jika kondisi ini terdiagnosis sejak dini dan pengobatan sedini mungkin,” ujarnya.
Selain itu, dia menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan tiroid pada ibu hamil sebagai upaya deteksi dini. Pemeriksaan dilakukan pada trimester 1, dan pemeriksaan ulang pada trimester 3.
Selain hipertiroid dan hipotiroid, gangguan tiroid bisa juga berbentuk tiroiditis atau peradangan yang bersifat akut maupun kronis. Kondisi ini sering terjadi pada perempuan yang baru melahirkan.
Pengobatan untuk penyakit tiroid hipertiroid adalah obat sebagai lini pertama atau langkah pertama. Apabila proses pengobatan lini pertama tidak berhasil, baru dilakukan tindakan operasi. Untuk kondisi hipotiroid pengobatannya adalah dengan diberikan terapi hormon tiroid. Intinya, penanganan harusdilakukan sesuai dengan anjuran dokter.
Ahli gizi Rita Ramayulis mengatakan bahwa gaya hidup yang baik adalah cara terbaik untuk mencegah penyakit.
“Beberapa jurnal sudah membuktikan bahwa ternyata perokok aktif maupun pasif sangat mempengaruhi gangguan kelenjar tiroid,” ujarnya.
Diet yang tidak seimbang juga mempengaruhi kelenjar tiroid dalam memproduksi hormon tiroid. Ditambah lagi dengan kurangnya istirahat dan stres, dapat mengganggu sistem imun sehingga lebih rentan pada penyakit.
Dia menyoroti tingginya zat kimia pada makanan masa kini juga ternyata sangat mempengaruhi kinerja kelenjar tiroi.
Atur Gizi
“Zat kimia pada makanan dibagi menjadi dua, ada zat kimia yang memang tidak boleh ada dalam makanan dan ada juga yang boleh,” ujarnya. Akan tetapi, kadang-kadang ada makanan yang mengandung zat kimia terlarang seperti pestisida.
Untuk bahan pengawet, bahan pewarna, dan perisa sebetulnya ada yang sudah dilegalkan, akan tetapi tidak boleh dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama apalagi dijadikan pengganti makanan pokok.
“Itulah sebabnya kalau membeli makanan olahan, pastikan untuk membaca label, jangan harganya saja,” ujarnya.
Bahan kimia juga bisa terbentuk melalui proses pengolahan, misalnya makanan yang digoreng.
Saat makanan digoreng dengan menggunakan minyak yang berulang dengan suhu tinggi ditambah dengan polusi di sekitarnya itu menghasilkan perubahan struktur minyak sehingga menjadi lemak trans. (JIBI/Bisnis Indonesia)