Dedi Dicopot, Manajemen Persis Solo Harus Berbenah

CHRISNA CHANIS CARA

SOLO—Pencopotan Dedi Massudi Lawe dari posisi Sekjen Persis Solo diyakini bakal menjadi pintu masuk untuk pembenahan manajemen tim secara keseluruhan.
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 4
PT Persis Solo Saestu (PSS) selaku pengelola Persis mengirim sinyal penyehatan manajemen bakal dilakukan sesegara mungkin, tepatnya jelang putaran kedua kompetisi Liga 2 2019.
PT PSS juga berkomitmen menggandeng seluruh elemen suporter Persis untuk memberi masukan menuju perbaikan manajemen Laskar Sambernyawa. Hal itu disampaikan Direktur Utama PT PSS, Eddy Junaidi, saat dihubungi Koran Solo, Selasa (30/7). Eddy mengatakan keputusan menonaktifkan De­di tak lepas dari masukan stakeholder Persis, mulai dari DPP Pasoepati, Surakartans, tokoh suporter di Solo hingga suporter akar rumput. Sepekan terakhir Eddy dan timnya dari Jakarta turun ke Solo untuk mengetahui problem tim secara komprehensif.
“Per hari ini [Selasa] Dedi resmi kami nonaktifkan, sembari terus mencari solusi permanen [untuk membenahi manajemen],” ujar Eddy.
Pihaknya mengakui ada sejumlah kesalahan yang dilakukan Dedi ketika menjabat Sekjen Persis. Ke depan pihaknya berkomitmen mendengar aspirasi suporter untuk membentuk manajemen yang lebih profesional. Sebagai langkah awal, PT PSS berencana menggelar pertemuan dengan suporter di Solo pada Kamis (31/7) atau Jumat (1/8) malam. Pertemuan itu bakal dihadiri Eddy Junaidi, Sekjen baru Persis Sigid Rudi Gunawan, dan jajaran manajemen lokal. Sebagai informasi, Sigid Rudi sempat menjabat CEO Persis pada 2018.  Sigid Rudi adalah kakak Komisaris Utama PT PSS, Sigid Haryo Wibisono.
Dedi M. Lawe mengonfirmasi sudah dinonaktifkan dari posisi Sek­jen Persis. Lelaki yang juga advokat itu tak mem­per­masalahkan keputusan PT PSS. “Tetap berdoa agar Persis bisa masuk empat besar,” ujarnya. (JIBI)