KPR Soloraya Diprediksi Tumbuh Dua Digit

FARIDA TRISNANINGTYAS

SOLO—Kredit Perumahan Rakyat (KPR) di Soloraya diprediksi bakal tumbuh dua digit menyusul kebijakan baru Bank Indonesia yang memangkas suku bunga acuan atau BI 7days reverse repo rate sebesar 25 basis poin atau 0,25%.
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 4
Penurunan bunga ini diharapkan bisa mendorong turunnya suku bunga kredit termasuk bunga KPR.
Assistant Vice President Pemimpin Bidang Pemasaran Bisnis BNI Cabang Slamet Riyadi Solo, Lusiana Sulistyowati, mengatakan penyaluran KPR menunjukkan tren kenaikan dari bulan ke bulan. Penyaluran KPR tetap tumbuh meski suhu politik memanas pada awal tahun ini. Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya permintaan KPR khususnya di segmen menengah ke bawah atau KPR bersubsidi.
“Kami yakin pertumbuhan KPR BNI bisa menyentuh dua digit atau pada kisaran 13%-15% sesuai target total kredit perusahaan. Adapun hingga tahun lalu, total KPR outstanding BNI secara nasional mencapai Rp40,75 triliun atau naik 9,9% dari 2017,” kata dia kepada Koran Solo, Selasa (30/7).
Di sisi lain, dengan adanya kerja sama dengan Perumnas yang memiliki 25 proyek yang tersebar di seluruh Indonesia termasuk area Solo, pertumbuhan penyaluran KPR bakal semakin meningkat. Dia menilai penawaran biaya propisi 0,5% dan gratis biaya administrasi serta appraisal sangatlah menarik bagi masyarakat.(JIBI)