40 Menit Taklukkan Sapi Jokowi

Koran Solo/Nicolous Irawan
sapi raksasa: Panitia kurban bersama warga berusaha menjegal sapi kurban dari Presiden Joko Widodo di halaman Masjid Agung, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Minggu (11/8). Panitia kurban dan warga kewalahan saat akan menyembelih sapi dengan berat 1,5 ton.

Mariyana Ricky P.D.

SOLO—Proses pe­nyem­belihan sapi Presiden Joko Widodo berlangsung lebih lambat dari biasanya, Ming­gu (11/8) pagi. Sapi berjenis simental berukuran super jumbo itu sempat berontak beberapa kali hingga ham­pir merobohkan tenda.
Sapi hasil budidaya Pe­ternakan Lembu Suro 05, Kecamatan Nogosari, Bo­yolali itu menendang dua tiang penyangga tenda. Tiang pancang besi untuk menambatkan talinya pun tertarik dan tercabut dari tanah. Sejumlah panitia tam­pak kewalahan dan hampir tertendang oleh kaki sapi yang lincah.
Sapi yang terus bergerak dan berontak membuat proses penyembelihan yang semula direncanakan di bawah tenda pun terpaksa digeser di titik sapi mau berhenti.
Takmir Mas­jid Agung lantas menambat­kan­nya ke tiga pohon kepel di halaman Masjid Agung.
Butuh belasan orang untuk menarik tali dan beberapa yang lain mengikat bagian kakinya.
Panitia dibantu warga sekitar akhirnya berhasil menyembelih sapi sekitar pukul 09.10, setelah proses perebahan dilakukan sejak pukul 08.30. Ukuran sapi super jumbo itulah yang membuatnya urung disembelih menggunakan alat perebah sapi hasil inovasi takmir masjid.
Petugas jagal, Aridi, 68, mengaku sapi Presiden Jokowi sulit ditundukkan. “Ada 20-an tadi yang memegangi karena sulit. Baru kali ini kami dapat sapi sebesar ini. Kami memang harus memindahkan tempat dari bawah tenda ke dekat pohon karena tiang-tiangnya enggak kuat menahan sapi yang terus meronta. Di bawah tenda itu, kami sempat berusaha merobohkan sampai 2-3 kali enggak ada yang berhasil. Sapi terus bergerak makanya tempat penyembelihan di­pin­­dahkan ke tempat sapi ber­henti itu. Diikatkan ke pohon saja masih kuat sekali tarikannya. Alhamdulillah diiringi takbir anak-anak dan warga sekitar, sapi berhasil disembelih,” ucapnya.
Ketua Takmir Masjid Agung Solo, Muhammad Muhtarom, mengatakan, bobot sapi saat akad jual beli sebulan lalu hanya 1,4 ton. Namun naik hampir 100 kilogram menjadi 1,505 ton pada saat diantarkan. “Sapinya berumur 4,5 tahun senilai Rp98 juta. Informasi dari peternak, sapi jenis simental ini bobotnya naik cepat sekali. Satu bulan bisa 100 kilogram,” kata dia.
Pemilik Peternakan Lembu Suro 05, Andi Saputro, 30, menyebut kenaikan bobot tersebut berkat pakan berkualitas yang terdiri dari campuran batang padi, rumput, bekatul, am­pas tahu dan garam Madura. Pemberian garam bertujuan agar keringat sapi keluar dengan baik. “Sapi juga harus dijauhkan dari keramaian agar tenang dan tidak stres. Makanya tidak dikeluarkan dari kandang. Sapi itu kan tidak seperti kerbau yang harus diangon (digembala). Ini yang membuat sapi gemuk,” terang Andi.