Gundala di Tangan Kreator Solo

redaksi@koransolo.co

Sejak kali pertama diumumkan bakal dibikin film oleh sutradara Joko Anwar, superhero Indonesia bernama Gundala langsung menarik perhatian masyarakat.
Euforia menyambut sang pahlawan mulai terlihat sejak sebulan terakhir. Anak muda ramai-ramai mendesain ulang sang tokoh utama lalu diunggah lewat Instagram dengan tagar GundalaFanArt.
Sambutan serupa juga dilakukan anak muda Solo yang tergabung dalam Manimonki studio. Mereka merilis fanmade dalam bentuk animasi pendek berformat 3D (tiga dimensi). Film animasi berdurasi satu menit tersebut telah ditayangkan di Channel Mana Banana pada Rabu (7/8) lalu.
Produser studio Manimonki, Sheila Soraya, Rabu, mengatakan kegiatan produksi fanmade ini dilakukan untuk  memberi tantangan baru dan pengembangan kreativitas pada tim produksi.
Mengingat tokoh Gundala diperankan oleh karakter animasi dari web series Ghost School Days yang juga merupakan produksi  studio Manimonki. Animasi Gundala yang mengambil tagline film layar lebarnya yaitu Negeri Ini Butuh  Patriot ini dikerjakan oleh animator muda Solo dan sekitarnya.
Mereka berasal dari beragam latar belakang pendidikan berbeda-beda, mulai SLTA hingga perguruan tinggi. ”Satu bulan lebih kami mengerjakan animasi tersebut, mulai dari pra-produksi hingga paska produksi. Semua aspek visual kami buat lebih detil disbanding dengan animasi- animasi yang pernah kami  buat. Selain itu yang membuat kami bangga, animasi Gundala dikerjakan oleh tim yang mayoritas adalah lulusan SMK,” ungkap Sheila.
Founder studio Manimonki, Yudhatama, menambahkan pembuatan animasi tersebut  juga bentuk dukungan kembalinya tokoh superhero  karya almarhum Hasmi ke perfilman Indonesia. Apalagi tahun ini diproduksi dalam format bioskop. Menurutnya Indonesia sebenarnya memiliki banyak tokoh superhero yang bisa diangkat ke film.
Lebih lanjut, Yudha menambahkan produksi film tokoh superhero local akan menjadikan masyarakat lebih mencintai karya bangsa sendiri. Sekaligus menjadikan industri kreatif dari subsektor film, animasi dan video lebih berkembang.
”Saat ini industri animasi di Indonesia mulai bagus, semoga karya kami tersebut bisa memotivasi anak  muda lebih berkreasi dan filmmaker di Solo lebih produktif lagi. Selain itu juga mendorong agar animasi di Solo bangkit dan jangan tertinggal dengan kota-kota lain seperti Malang, Bandung, Padang, Jogja dan  Jakarta,” tambahnya.
Sementara itu, menjelang premier kru dan pemain Gundala aktif melakukan promosi. Salah satunya di pameran Artjog, Sabtu (10/8). Sang sutradara, Joko Anwar, Jumat (9/8), mengumumkan prestasi yang mereka raih sebelum rilis.
Gundala lolos seleksi pemutaran di Toronto International Film Festival (TIFF). TIFF merupakan salah satu festival film bergengsi dan selektif memilih karya. Beberapa film yang lolos dan ikut kompetisi tahun ini adalah Joker (karya sutradara Todd Philips), Knives Out (Rian Johnson), First Love (Takashi Miike), dan Radioactive (Marjane Sarapi).
“Makasih atas dukungannya selama ini teman-teman. Congrats all Gundala team,”serunya dalam akun instagram @Jokoanwar. (Ika Yuniati)