Area 9 Gunung Hangus Terbakar

RUDI HARTONO

WONOGIRI—Api yang mem­bakar hutan di kawasan bukit di Ngemplak, Kepatihan, Selogiri, Wonogiri, sejak Sabtu (10/8) pagi baru padam Ming­gu (11/8) malam. Api meng­hanguskan area di sembilan gunung yang membentang melewati ti­ga kecamatan, yakni Bulu (Su­ko­harjo), serta Selogiri dan Ma­nyaran (Wonogiri).
Pantauan Koran Solo di kawasan lereng bukit di Ngemplak yang sebelumnya terbakar, Senin (12/8), sudah tidak tampak kepulan asap. Di lereng itu terlihat lahan yang hitam bekas terbakar dengan cakupan luas, dari sisi barat hingga timur dengan bentang lebih kurang 1 km.
Sukarelawan yang juga Ketua RT 003/RW 004 Ngemplak, Kadiman, saat ditemui Koran Solo, Senin, menginformasikan api masih terlihat mengepul pada Minggu petang.
Setelah malam, asap tak terlihat lagi karena gelap. Pada Senin pagi asap sudah tidak terlihat lagi. Dia bersama warga sudah mengecek lokasi yang terbakar.
Dia mencatat area yang terbakar meliputi, Gunung Soko/Jorok (Ka­rang Gayam, Kedungsono, Bulu, Su­koharjo), Watu Dukun (sebagian Ngem­plak, sebagian Gembok, Bero, Manyaran, Wonogiri), dan de­retan gunung di Ngemplak, yak­ni Pandak Lemah sisi barat, Song Bangku, Gunung Mundri, Gu­wo, Bale, Rego Boyo, dan Ganden.
Hanya, dia tak dapat mem­perkira­kan luasan yang terbakar. Saat api membakar di area Karang Gayam, aparat dari Polsek Bulu, Koramil Bulu, dan Pemerintah Kecamatan Bulu turut meninjau lokasi. Sementara, saat api membakar di area Gembok, sukarelawan dari dusun setempat juga turut memadamkan api.
“Hampir tiap kemarau ada kebakaran hutan di dekat Ngemplak. Kejadian kali ini paling parah. Cakupan lahan yang terbakar jauh lebih luas dari tahun-tahun sebelumnya. Anehnya, lokasi yang terbakar kali pertama selalu di Karang Gayam,” kata Kadiman diamini sejumlah warga lainnya.
Dia melanjutkan kronologi awal kejadian setiap peristiwa sama, yakni api berasal dari lokasi yang tak jauh dari rumah warga, lebih kurang 25 m-30 m. Setelah itu api menjalar ke timur di kawasan Ngemplak. Meski indikasi sudah cukup te­rang, dia tak ingin berspekulasi terkait penyebab kebakaran. Kadiman hanya berpandangan kemungkinan kecil api muncul dengan sendirinya. (JIBI)