Mobil Yudhistira UNS Menuju Jepang

TAMARA GERALDINE

SOLO—Mobil Yudhistira karya Tim Bengawan Formula Student Automotive Engineering (FSAE) UNS Solo siap ber­aksi di Japan Formula Student di Shi­zuoka Ecopa Stadium, 27-30 Agustus men­datang.
Mobil Yudhistira diambil dari nama putra pertama Pandawa dalam dunia pewayangan. Harapannya, agar tangguh menghadapi rintangan dan cobaan.
Untuk berlaga di ajang internasional tersebut, kendaraan rancangan mahasiswa gabungan dari Teknik Mesin Fakultas Teknik, Pendidikan Teknik Mesin, dan Pendidikan Seni Rupa (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) ini dipersiapkan selama satu tahun.
Ketua Tim Bengawan FSAE, Ardan Pra­setyo Nugroho, membeberkan pem­buatan mobil Yudhistira dilakukan sejak satu tahun lalu. Pada perlombaan ini, mereka masih mengandalkan mesin yang sama pada ajang SAE tahun lalu. Tim Bengawan FSAE hanya melakukan beberapa modifikasi dan optimalisasi di beberapa bagian untuk meningkatkan performa mesin.
Perubahan paling besar dila­ku­kan dengan mendesain ulang intake manifold menggunakan bahan karbon. Knalpot juga men­jadi sasaran penggantian sebagai saluran gas buang untuk me­sin empat silinder itu. Mobil menggunakan rangka besi jenis STKM11 sedangkan bodi memakai bahan komposit fiber carton dan fiber glass sehingga lebih ringan.
“Racikan mesin yang diguna­kan juga telah disesuaikan dengan karakter lintasan yang akan di­­­gunakan. Mesin 400 cc cu­kup ringan untuk digunakan bermanuver di lintasan tersebut. Karakter lintasan itu membuat tim kami melakukan riset un­tuk memperoleh akselerasi yang cepat. Salah satunya, harus mem­buang komponen karburator dan menggantinya dengan sis­tem injeksi. Pembuatan mobil Yudhistira menelan dana kira- kira Rp200 juta,” kata Ardan saat berbincang dengan Koran Solo di UNS Solo, Senin (12/8).
Menurut mahasiswa semester V Jurusan Teknik Mesin ini, pe­nampilan mobil Yudhistira lebih ergonomic, sistem suspensi lebih stabil, serta memiliki kemam­puan bermanuver lebih stabil. Kecepatan mobil mencapai 100-150 kilometer per jam dengan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) 35-37 kilometer per liter. “Komponen kendaraan se­­bagian besar produk lokal, hanya beberapa bagian seperti ban, sambungan sistem bahan bakar yang harus menggunakan produk dari luar negeri,” ujarnya.
Pengerjaan mobil Yudhistira, sambung dia, di Laboratorium Teknik Mesin UNS dengan melibatkan 30 mahasiswa dari Teknik Mesin, Pendidikan Mesin, dan Pendidikan Seni Rupa. Ma­hasiswa Seni Rupa merancang desain mobil yang dinominasi warna biru. “Persiapan kali ini lebih baik sehingga kami berharap dapat meraih hasil terbaik di Jepang,” kata dia.
Wakil Rektor III Bidang Kema­hasiswaan dan Alumni UNS, Kun­coro Diharjo, mengatakan tim Bengawan FSAE tidak ha­nya membawa nama UNS, ta­pi membawa nama bangsa In­donesia. “Jangan asal ikut, tapi harus menjadi pemenang. UNS mendukung sepenuhnya,”kata dia.
Kompetisi Student Formula Japan yang merupakan bagian dari Society of Automotive Engineer (SAE) adalah kompe­tisi internasional tingkat maha­siswa untuk merancang, mende­sain, dan memproduksi sebuah mobil balap formula. Penilaian tidak hanya meliputi aspek per­foma mobil, tapi juga meng­or­ganisasi seluruh proses pem­buatan mobil. Tim harus dapat mempresentasikan desain yang inovatif dan kreatif serta pe­rencanaan pembiayaan yang ba­ik dengan memerhatikan nilai jual dari sebuah produk. (JIBI)