Ojek online Kemenhub Tak Batasi Jumlah Driver

JAKARTA—Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan tidak bisa membatasi jumlah pengemudi/driver ojek online. Hal itu menjawab tuntutan para pengemudi yang menginginkan pemerintah membatasi jumlah driver karena dinilai terlalu banyak.
Menurut Dirjen Per­hubungan Darat Kemen­hub, Budi Setiyadi, yang bisa mengatur kuota pengemudi ojek online yang beroperasi adalah aplikator. Menurut dia, hal tersebut ada dalam sistem algoritme para aplikator. ”Pihak Grab sama Gojek [aplikator] bisa memperkirakan di algoritme mereka satu pengemudi itu pendapatannya berapa. Mungkin kalau over supply mereka akan berhenti menerima [driver baru],” kata Budi, Senin (12/8).
Budi me­negaskan pene­rimaan driver su­dah dikelola dengan sistem alias by sistem yang diatur aplikator. Dia menggambarkan misalnya dalam suatu kota membutuhkan 1.000 driver merujuk pada jumlah penumpang, maka aplikator hanya menghidupkan 1.000 driver yang bisa mendapatkan order.
“Mungkin yang dimaksud kuota adalah bukan jumlah kendaraan dan pengemudi, tapi yang atur kuota aplikator sendiri. Misalnya hitungan teoritisnya Jakarta dilayani 1.000 kendaraan nanti. Yang atur itu aplikator. Dia [aplikator] hidupkan 1.000 saja berarti. Saya kira bisa ya [diterapkan],” kata Budi.
Dia mengakui belum ada aturan formal yang mengatur mengenai banyaknya pengemudi ojek online yang beroperasi. Diskusi terakhir dengan aplikator menyepakati aplikatorlah yang mengatur berapa banyak ojek online yang beroperasi.
”Dulu kami sudah wa­canakan untuk mem­be­rikan regulasi formal, tapi aplikator bilang kan pertumbuhan ojek online ini bagus. Kemudian mereka mengatakan sistem itu dilakukan di algoritme mereka,” jelas Budi. (Detik)