Anak Penjual Bakso di Bantul Jadi Paskibraka Nasional

redaksi@koransolo.co

Sumiasih, 45, sangat bangga dengan capaian prestasi putra sulungnya, Muhammad Ma’ruf, 17. Ma’ruf terpilih menjadi salah satu petugas Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2019. Sumiasih yang berprofesi sebagai penjual bakso ini berharap Ma’ruf dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
Saat ditemui detik.com di rumahnya di Kampung Juron RT 019, Kelurahan Pendowoharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, DIY, Sumiasih menceritakan perjalanan putranya ikut seleksi Paskibraka. Tanpa ada rintangan berarti, Ma’ruf bisa lolos seleksi tingkat kabupaten, provinsi dan nasional.
”Dia bilang ke saya kalau dia lolos seleksi tingkat provinsi dan masuk Paskibraka Nasional. Mendengar itu rasanya senang, bahagia dan setengah tidak percaya,” kata Sumiasih, Selasa (13/8) sore.
Menurutnya, anaknya adalah sosok yang disiplin dan suka berolahraga sejak SMP. Menurutnya, hal itu dilakukan Ma’ruf karena setelah lulus SMK ingin mendaftar TNI AL. ”Anak saya itu cita-citanya dari dulu ingin jadi TNI AL, karena itu dari SMP suka olahraga lari-lari dan daftar SMK Kelautan (SMKN 1 Sanden) dan ambil jurusan NKPI (Nautika Kapal Penangkap Ikan),” ucapnya.
”Kalau libur itu dia juga suka lari-lari saat pagi dan sore hari, kalau tidak ya renang biasanya,” sambung Sumiasih.
Tak hanya giat berolahraga, Ma’ruf sejak kelas VI SD juga kerap membantunya berjualan bakso. Sedangkan suaminya, Samsul Hadi, 47, bekerja sebagai sopir. ”Anak saya orangnya kalau pulang sekolah ya langsung pulang. Kalau akhir pekan suka bantu-bantu menjual bakso dan mengantar pesanan,” ucapnya.
Kini Ma’ruf yang duduk di bangku Kelas XI SMKN 1 Sanden tengah mengikuti pelatihan Paskibraka Nasional di Jakarta. Dia berangkat sejak 25 Juli lalu. Sumiasih pun tak bisa berkomunikasi secara intensif dengan anaknya itu karena terkendala jarak. Dia hanya berdoa dan mendukung penuh anaknya menjadi Paskibraka.
Sumiasih juga berharap Ma’ruf selalu menjaga kesehatan dan tidak lupa beribadah selama menjalani masa pelatihan di Jakarta. ”Kalau komunikasi dengan anak jarang Mas, karena dia kan dikarantina. Yang jelas saya selalu pesan sama dia untuk selalu menjaga kesehatan dan jangan lupa salat lima waktu saat di sana,” ucapnya. (Detik.com/JIBI)