ELPIJI BERSUBSIDI 1 Rumah Makan Punya 38 Tabung Elpiji 3 Kg

SOLO—Pertamina bersama Peme­rintah Kota (Pemkot) Solo dan petugas gabungan kembali melakukan monitoring penggunaan elpiji bersubsidi ke sejumlah rumah makan. Pada pemantauan Senin (12/8), tim menemukan ada rumah makan memiliki 38 elpiji 3 kilogram (kg).
Sales Executive LPG Pertamina MOR IV wilayah Soloraya, Adeka Sangtraga, mengatakan pada kegiatan tersebut tim menyasar lima rumah makan di Solo. Dari lima lokasi itu ditemukan 94 tabung elpiji 3 kg. Rumah makan yang disasar adalah Sop Iga Mbak Yenni, Cobek Panas, Ayam Goreng Tulang Lunak Mangga Dua, Zona Steak, dan Sri Rejeki.
Di setiap rumah makan tersebut ditemukan lebih dari 10 tabung elpiji 3 kg. Ada rumah makan yang memiliki 12 tabung, 14 tabung, 16 tabung, bahkan ada yang punya 38 tabung. ”Ini merupakan monitoring rutin. Kegiatan tersebut merupakan inisiasi Pemkot Solo. Tujuannya adalah memberikan edukasi kepada konsumen mengenai penggunaan elpiji subsidi tepat sasaran,” kata dia kepada Koran Solo, Selasa (13/8).
Rumah makan yang kedapatan menggunakan elpiji bersubsidi diarahkan menggunakan elpiji nonsubsidi. Pertamina memberikan fasilitas penukaran langsung tabung elpiji bersubsidi dengan tabung nonsubsidi. Dari 94 tabung elpiji bersubsidi yang ditemukan, 56 tabung di antaranya langsung ditukar dengan 28 tabung elpiji nonsubsidi ukuran 5,5 kg. Sedangkan untuk rumah makan Sri Rejeki yang memiliki 38 tabung elpiji bersubsidi diberi kesempatan hingga Kamis (15/8) untuk menukarkan tabung 3 kg mereka.
Berdasarkan catatan Koran Solo, kegiatan serupa pernah dilaksanakan beberapa kali dengan sasaran rumah makan yang berbeda, salah satunya pada 27 Juni yang menyasar enam rumah makan. Saat itu tim menemukan 57 tabung elpiji bersubsidi 3 kg dan ditukar dengan 37 tabung elpiji nonsubsidi.
Pertamina menyebut estimasi penggunaan elpiji bersubsidi di rumah makan dan restoran di Solo bisa mencapai 300 tabung setiap pekan. Diharapkan ke depan masyarakat semakin sadar peruntukan elpiji bersubsidi yang seharusnya hanya untuk masyarakat kurang mampu.
Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Perdagangan Dinas Perdagangan Solo, Kristiana, mengtakan Pemkot bersama Pertamina akan secara rutin memantau pelaku usaha menengah dan besar dalam kaitannya dengan penggunaan elpiji. Dia menyampaikan kegiatan serupa akan digelar pada beberapa hari ke depan. ”Sepekan lagi akan kami lakukan,” kata dia kepada Koran Solo, Selasa. (Bayu Jatmiko Adi)