BISNIS PERHOTELAN Best Western Terapkan Bebas Asap Rokok Setiap Tanggal 16

SUKOHARJO—Manajemen Hotel Best Western Premier Solo Baru, Sukoharjo, membuat terobosan baru dengan menggelar kampanye bebas asap rokok di seluruh area hotel. Penerapan kampanye ini setiap tanggal 16. Bagi karyawan larangan merokok wajib dipenuhi, sedangkan bagi tamu hotel sebatas saran.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen hotel itu untuk menjaga lingkungan. Sebelumnya, hotel bintang empat ini ikut dalam program penghijauan dengan memberikan tanaman pucuk merah bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukoharjo.
General Manager Best Western Premier Solo Baru, Oji Fahrurrazi, mengatakan kualitas pelayanan hotel harus didukung dengan kesehatan manajemen maupun para staf. Hal itu penting bagi karyawan sekaligus menjadi kontribusi hotel terhadap lingkungan sekitar.
“Kampanye ini ditujukan kepada setiap hotelier tanpa terkecuali. Best Western Premier Solo Baru telah secara aktif menampilkan tanda-tanda Dilarang Merokok di area hotel. Selain itu, kami menyampaikan pemberitahuan kepada tamu di kamar serta menetapkan aturan bebas asap rokok di area hotel,” ujar dia kepada Koran Solo, Rabu (14/8).
Human Resource Manager Best Western Premier Solobaru, Giatno, menambahkan kampanye bebas asap rokok diberlakukan per tanggal 16 setiap bulan. Karyawan yang kedapatan merokok di area larangan merokok maupun di seluruh area hotel pada tanggal tersebut bakal diberi sanksi tegas berdasarkan kebijakan manajemen.
“Selain karyawan, kampanye ini diharapkan sampai kepada tamu yang menginap maupun tamu lainnya yang berada di hotel agar ikut mendukung hidup sehat di Best Western Premier Solo Baru. Kami memberi tahu tamu bahwa setiap tanggal 16 disarankan tidak merokok di area hotel,” imbuh dia.
Menurut Giatno, asap tembakau berbahaya bagi kesehatan masyarakat di dunia. Berdasarkan data yang dirilis World Health Organization (WHO), kematian akibat asap rokok tidak hanya menimpa perokok aktif, tetapi juga perokok pasif. WHO memperkirakan pada 2030 angka kematian akibat rokok mencapai 10 juta jiwa, lebih dari jumlah total kematian akibat AIDS, TBC, dan malaria. Di samping itu, merokok bisa menyebabkan potensi bahaya, seperti kecelakaan dan kebakaran. (Farida Trisnaningtyas)