DIDUGA ALAMI GANGGUAN JANTUNG Siswi Meninggal setelah Kegiatan Pramuka

CAHYADI KURNIAWAN

WONOGIRI—Siswi kelas V SDN 2 Soco, Kecamatan Slogohimo, Wonogiri, Aqila Azzahra, 11, meninggal dunia seusai mengikuti kegiatan Pramuka di sekolahnya, Selasa (13/8). Aqila meninggal diduga karena ada gangguan jantung dan penyakit bawaan lainnya.
Informasi yang dihimpun Koran Solo, Aqila sempat pergi ke sekolah pada Selasa pagi.
Pada Selasa siang, bocah asal Desa Soco itu mau ikut upacara pada kegiatan kepramukaan di lapangan Desa Made, Kecamatan Slogohimo. Saat itu, ia merasa sesak napas dan masuk angin. Melihat kondisi itu, guru pendampingnya menghubungi orang tua Aqila agar menjemputnya pulang.
“Aqila sempat pulang ke rumah. Di rumah, ia muntah-muntah. Lalu di bawa ke RS Amal Sehat Slogohimo,” kata Kasubbag Humas Polres Wonogiri, Iptu Suwondo, mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, kepada Koran Solo, Rabu (14/8).
Hasil penanganan di RS, kondisi Aqila berangsur sembuh. Ia diperbolehkan pulang ke ru­mah. Lalu, sekitar pukul 22.00 WIB, Aqila mengalami muntah-muntah dan dada sesak. Keluarganya lalu membawa kembali bocah malang itu RS Amal Sehat Slogohimo. Namun, pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, Aqila meninggal dunia.
“Hasil pemeriksaan tidak ada tanda-tanda bekas penganiayaan. Namun, kabarnya pada Selasa siang, korban membeli es karena cuaca panas dan lapangan ber­debu,” imbuh Suwondo.
Pejabat Humas RS Amal Sehat Slogohimo, Imawan Haris Nur Salim, membenarkan soal meninggalnya Aqila. Hasil pemeriksaan tim dokter menduga meninggalnya karena ada gangguan jantung. Gejala penyakit ini cenderung sangat cepat. Hal itu diperparah dengan cuaca ekstrem, berdebu, dan dingin sekali saat malam.
“Tak hanya itu, kondisi Aqila saat dibawa ke RS dalam keadaan ngedrop. Jadi bukan karena kegiatan Pramuka-nya. Korban sudah tidak fit sejak awal dan orang tuanya mengetahui hal itu. Yang bersangkutan juga memiliki riwayat penyakit ba­waan. Mungkin karena ingin ber­temu teman-temannya, dia memaksakan diri datang ke se­kolah,” terang Imawan. (JIBI)