Polisi Tak Jadwalkan Pemeriksaan Kades Ponggok ke Mapolres Malam Hari

KLATEN—Kepala Desa (Kades) Ponggok, Junaedi Mulyono, mendatangi Mapolres Klaten, Selasa (13/8) malam. Padahal, Polres Klaten tidak memiliki agenda memintai keterangan ke Junaedi Mulyono di malam hari tersebut.

Ponco Suseno
redaksi@koransolo.co

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Solo, sedianya Satreskrim Polres Klaten memintai keterangan Junaedi Mulyono terkait pengelolaan dana di Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Tirta Mandiri Ponggok, Senin (12/8). Waktu itu, Junaedi Mulyono mengaku tak bisa memenuhi undangan Satreskrim Polres Klaten karena ada kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan.
Upaya memintai keterangan ke Junaedi Mulyono itu menindaklanjuti laporan dugaan penyelewengan dalam jabatan terhadap pengelolaan dana BUMDesa Tirta Mandiri Ponggok. Pelapor kasus dugaan tersebut, yakni Edhi Santoso Aribowo.
“Selasa (13/8) pukul 19.30 WIB, tiba-tiba Pak Junaedi Mulyono datang ke Satreskrim Polres Klaten [langsung dimintai keterangan Unit III Satreskrim Polres Klaten]. Anggota memintai keterangan hingga pukul 21.30 WIB. Intinya, Pak Junaedi Mulyono ditanya tentang struktur pengurus di BUM Desa Tirta Mandiri Ponggok, aset yang dimiliki, serta pinjaman uangnya. Ada 20 pertanyaan. Semuanya dijawab oleh Pak Kades,” kata Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Dicky Hermansyah, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, kepada Koran Solo, Rabu (14/8).
Meski Satreksrim Polres Klaten sudah memintai keterangan Junaedi Mulyono, lanjut AKP Dicky Hermansyah, anggota Satreskrim Polres Klaten masih berpeluang memanggil Junaedi Mulyono kembali di waktu mendatang. Sejauh ini, Satreksrim Polres Klaten masih menunggu hasil audit eksternal BUM Desa Tirta Mandiri Ponggok yang dimungkinkan baru keluar, Selasa (20/8).
“Kami belum optimal memintai keterangan dari Pak Kades semalam. Kami masih perlu memintai keterangan lagi ke depannya. Kami tetap akan melayangkan surat undangan terlebih dahulu jika memang membutuhkan keterangannya lagi. Intinya proses klarifikasi belum selesai karena semalam tidak ada koordinasi sejak awal,” katanya.
Terpisah, Junaedi Mulyono belum dapat dimintai keterangan terkait kedatangannya ke Mapolres Klaten, Selasa (13/8) malam. Saat Koran Solo menghubungi Junaedi Mulyono melalui telepon, nomor yang bersangkutan tidak aktif. Sebelumnya, kuasa hukum Junaedi Mulyono, yakni Badrus Zaman, mengaku kliennya siap memberikan keterangan yang diperlukan Satreskrim Polres Klaten.
“Setahu kami, tidak ada masalah dalam pengelolaan dana BUM Desa Tirta Mandiri Ponggok itu,” kata Badrus Zaman.